KAPOK KALAU BEGINI CARANYA

0
11

PANDEGLANG – Kasus ini memang terjadi di daerah Jepara Jawa Tengah, namun ada baiknya bila pihak pengelola pariwisata Banten, baik instansi pemerintah maupun pihak swasta belajar dari kasus ini.

Kehebohan bermula ketika pengunjung salah satu lokasi wisata di Jepara mengunggah peristiwa menyebalkan yang ia terima disana. Selesai makan bersama teman temannya, ia diharuskan membayar makanan senilai 2,3 juta. Angka yang sangat fantastis dan jauh dari perkiraan mereka.

Pada lembar penagihan tertera harga sebagai berikut :

2 teko es jeruk di jual seharga Rp 190.000,-
2 teko es teh seharga Rp 90.000,-
1 teko teh hangat Rp 49.500,-
3 kerang tumis Rp 195.000,-
20 ikan kakap Rp 1.200.000,-
2 ikan kerapu Rp 250.000,-
4 bakul nasi Rp 238.000,-
1 rokok LA Rp 23.000,-
Dengan total Rp 2.304.000,-

Melihat angka angka diatas jelas bukan nilai yang wajar. Tak heran bila kejadian di bulan desember tahun lalu ini diunggah ke media sosial dan sempat menjadi viral, khususnya di daerah Jawa Tengah.

Pemerintah Jepara pun langsung turun tangan. Lewat Dinas Pariwisata, pedagang ditegur agar menuliskan harga makanan yang dijual. Menindaklanjuti keluhan warga mengenai hal ini, Pemkab Jepara melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara melakukan pembinaan dengan para pedagang kuliner di lokasi wisata dan sepakat bahwa para pedagang harus mencantumkan daftar harga agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Propinsi Banten memiliki program unggulan di bidang pariwisata. Ada baiknya bila pengelola pariwisata di Banten berkaca dari kasus tersebut dan secara kontinyu melakukan sosialisasi sadar wisata kepada para pedagang di lokasi wisata di Propinsi Banten sehingga kasus kekecewaan dari pengunjung tempat wisata tidak terjadi disini. Potensi wisata alam yang sungguh luar biasa di Banten tidak akan berkembang dengan baik apabila tidak diiringi adanya masyarakat yang sadar wisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here