Karena Bukunya, Supir Angkot Pandeglang Terkenal Ke 17 Provinsi

Pandeglang, Badakpos.com – Menggunakan Angkot tua milik ponakannya, Efdi Bahrudin (50) menyiapkan rak buku di ruang belakang Angkotnya, sehingga setiap penumpangnya bisa sambil membaca selama perjalanan dari Pandeglang ke Kota Serang PP.

Atas inisiatifnya itu, pria beranak 6 orang,, warga kelahiran Curug Sawer, Pandeglang, di juluki Udin Angkot atau Angkot Pustaka.

Semangatnya menebarkan virus membaca sudah dimulai sejak pertama natik angkot tahun 2000 lalu. Semangatnya semakn bertambah menggebu sejak Udin mengenal Golagong, si pendiri Rumah Dunia pada tahun 2006 lalu.
“Saya banyak mendapat ilmu tulis menulis sejak kenal Kang Golagong pendiri Rumah Dunia,” ujar Udin.

Atas aktivitasnya dibidang literasi selama ini, pria yang hanya mengenyam bangku SMP di Pandeglang ini, beberapa kali mendapat penghargaan dibidang literasi, bahkan sejak Anies Baswedan hingga Muhajir Effendi menjabat Mendikbud. Tahun ini, Udin mendapat penghargaan Ikapi Award 20017.
“Tahun ini alhamdulillah dapat Ikapi Award 2017 dari Ikapi Banten,” ungkap Udin saat ditemui pada acara yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provindi Banten, Rabu (17.5).

Meski hanya tamat SMP, Udin pernah membuahkan karya buku yang diterbitkan panerbit terkemuka di Bandung. Bukunya yang bercerita tentang perjalanan hidup dan cita-cita diberi judul” Tidur Dalam Mimpi” telah menembus angka 11.000 eksemplar dalam 3 edisi dan beredar di 17 provinsi di Indonesia. Atas karyanya, Udin mendapat 14 juta rupiah yang telah digunakan untuk keperluan sekolah anak-anaknya.

Udin bercita-cita terus menyebar luaskan virus membaca, khususnya bagi generadi muda Banten, sehingga mereka bisa mengulang kejayaan Banten dalam dunia literasi sepertii yang pernah dilakukan Syech Nawawi Albanrani masa lalu dengan karya yang mendunia.

Pernah dijanjikan DP beli Angkot

Harapan dan impiannya untuk memiliki angkot sendiri nampaknya bakal menjadi kenyataan karena pernah dijanjikan pihak Kemendikbud. Meski belum terealisasi, janji sebesar 30 juta rupiah untuk DP angkot pada Januari lalu tak membuatnya patah arang.

“Saya terus beraktifitas seperti biasa, meski MOU dengan pihak Kemendikbud belum juga terealisasi,” ujar Udin penuh harap.
Saat ini, selain memiliki Angkot Pustaka, Udin juga nemiliki perpustakaan dirumah dengan jumlah buku sekitar 600 buku dari 350 judul.
“Ada 600 buku di perpustakaan rumah saya yang bisa dibaca warga, semoga bisa bermanfaat,” tambah Udin. (BP4)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *