Kekeringan Melanda Pandeglang, Dikhawatirkan Ganggu Produksi Pangan

0
3

Badakpos.com – Kekeringan yang mulai melanda di sejumlah titik daerah Kabupaten Pandeglang, dikhawatirkan akan mengganggu proses produksi pangan. Hal itu dikarenakan selama ini, Pandeglang menjadi lumbung pangan di Provinsi Banten. Terlebih saat ini, Pandeglang juga sedang menargetkan swasembada jagung.

Irna Narulita menuturkan, kekhawatiran itu muncul karena kekeringan yang melanda, terjadi dibeberapa daerah yang menjadi lumbung pangan. Irna mengakui kekeringan saat ini bisa menyebabkan hasil panen tidak tumbuh dengan baik. “Kekeringan ini membuat produksi pangan sedikit banyak terganggu. Terutama wilayah selatan yang menjadi lumbung pangan. Hasil panen mereka tidak tumbuh dengan baik,” ujar Bupati Pandeglang, Senin (1/7).

Irna pun menambahkan, kekhawatiran itu semakin besar karena embung disetiap desa belum seluruh berfungsi dengan maksimal. Karena ada beberapa embung yang dibangun tanpa saluran irigasi. “Kami akui belum seluruhnya embung berfungsi maksimal. Karena ada beberapa embung yang dibangun tanpa saluran irigasi, jadi tidak bisa mengairi persawahan karena tidak ada saluran cacingnya,” tambah bupati.

Kendati demikian, Irna menegaskan hal itu bukan menjadi suatu masalah bagi petani yang mengikuti asuransi. Karena saat mereka menjadi anggota asuransi, lahan mereka akan mandapat ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar, apabila gagal panen. “Namun bagi yang belum ikut asuransi, kami akan terus dorong supaya mereka disubsidi oleh pemerintah,” jelasnya.

Masih dikatakan Bupati Pandeglang, untuk mengatasi kekeringan, melalui BPBD dan PDAM terus mengirimkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang dilanda kekeringan. Sementara untuk petani, pemerintah akan membantu dengan mengirim pompa air. “Kami sedang memetakan daerah mana saja yang dilanda kekeringan tahun ini, untuk mendapatkan bantuan Sumur Pantek dari Kementerian PUPR,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Endan Permana, Kasi Damkar, Logistik, dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut, sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengalami krisis air bersih. “Kelima wilayah ini adalah Kecamatan Bojong, Picung, Patia, Munjul dan Pandeglang. Daerah tersebut memang sudah menjadi langganan bencana kekeringan,” ujarnya.

Endan pun menambahkan, untuk mengatasi kekeringan yang mengakibatkan krisis air bensih, BPBD dan PDAM Tirta Berkah Pandeglang telah mengirimkan bantuan air bersih ke daerah yang membutuhkan. “Kita sudah distribusikan air bersih ke kecamatan yang melapor mengalami kekeringan,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini