Kemenhub Sambangi Pendopo, Bupati : Bus Ugal – Ugalan Saya Minta Ditindak Tegas

Pandeglang, badakpos.com – Deny Kusdiana Kasubdit Angkutan Orang Antar Kota (AOK) Kemenhub RI, sebagai perwakilan dari Kemenhub melakukan pertemuan dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pendopo, Selasa (9/7).

Pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan terkait trayek angkutan Bus di Pandeglang. Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta kepada Kementrian Perhubungan, Dishub Provinsi, maupun Pandeglang harus menindak tegas perusahaan bus yang terkesan ugal-ugalan serta meminta tarif diluar peraturan. “Saya rasa ini harus dilakukan, karena warga saya sudah banyak menjadi korban, selain itu soal tarif juga sudah menyusahkan warga Pandeglang, pimpinan perusahaan salah satu armada bus kabarnya ingin menemui saya, namun saya tidak iingin menemui sampai mereka bisa memperbaiki kualitas pelayanan armada nya. Saya juga berharap kepada Kemenhub membuat trayek baru agar transportasi nyaman di Pandeglang, dengan tarif yang sesuai emnggunakan tiket resmi, ber AC, dan nyaman, dengan begitu masyarakat akan dengan sendiri nya memilih transportasi yang nyaman,”tegasnya

Deny Kusdiana menjelaskan maksud pertemuan nya dengan Bupati adalah dalam rangka pengumpulan data terkait evaluasi manajemen perusahaan angkutan Bus. Hal ini dilakukan, karena ada beeberapa poin Dokumentasi Kecelakaan, Visi dan Misi serta Struktur Organisasi Perusahan Bus tersebut.“Dari hasil pengumpulan data, kita sudah kumpulkan beberapa dokument, nantinya kita akan evaluasi, setelah evaluasi darisitu kita akan melihat bagaimana sistem kerja perusahaan tersebut,”katanya.

Ia juga menjelaskan terkait permasalah Tarif angkutan, menurutnya saat dilakukan pengecekan telah ditemukan bahwa banyak yang melebihi ambang batas atas tarif yang tidak sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 tahun 2016. “Permenhub saat ini memang masih di tahun 2016, kita sedang tangani ini (tarif) dan juga evaluasi, kami meminta biaya operasi yang ada dalam perusahaan bus tersebut baik itu komponen dan suku cadang, nah di tahun 2019 ini akan dilakukan penyesuain data tersebut dan hasilnya seperti apa kita akan tunggu, tetapi disamping itu, kita ingatkan kepada perusahan bus agar tidak lagi menaikan tarif yang tidak wajar,”terangnya

Disinggung terkait bus ugal ugalan, pihaknya mengatakan bahwa itu merupakan urusan pihak kepolisan, kata dia tidak bisa semerta merta memberikan sanksi berupa pencabutan izin trayek karena alasan peraturan, namun akan tetap memberikan sanksi yang namanya pembekuan kendaraan dan perusahaan.“Jika pengemudi terseut ugal ugalan, pihak kepolisian akan menindak pada tindakan khusus, terhadap kendaraan dan perusahaan, pembekuan kendaraan merupakan pembekuan terhadap kendaraan tidak boleh beroperasi sampai pada putusan pengadilan, kalau memang diktakan bahwa tidak layak operasi, maka akan dicabut trayek sampai putusan pengadilan,”tutupnya. (BP-3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *