Ketika Anak Harimau Dibesarkan Dilingkungan Domba

Oleh : Tubagus Soleh

Penulis adalah : Ketua Umum Pusat Babad Banten, Wakil Ketua DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA).

 

Bagian kedua dari dua tulisan (habis)

 

Sang Raja Hutan kemudian mengadakan rapat khusus membahas fenomena ada harimau yang berprilaku seperti domba. Tanpa habis pikir, sang Raja Hutan bergumam sendiri, koq bisa ya harimau badannya tapi jiwanya domba? Apa yang sesungguhnya terjadi dengan rakyatnya tersebut? Tuhanku, mohon petunjuk Mu. Rintih sang Raja dalam ketermenungannya.

Rapat pun dimulai. Semua punggawa Kerajaan Harimau hadir. Khusus membahas masalah ada harimau yang berprilaku domba. Dengan berwibawa sang Raja memaparkan hasil penglihatannya langsung ke forum rapat. Dan meminta pendapat solusi yang konkret serta segera di bentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut secara tuntas.

Singkat cerita, hasil dari rapat para punggawa yang dipimpin langsung sang Raja memutuskan tiga hal. Pertama, membentuk tim teluk sandi yang bertugas mengamati, menyelediki, dan menganalisis sebab musabab kejadian tersebut serta solusi konkrit yang bisa dilakukan sang Raja. Kedua, tim buru sergap. Bertugas untuk menangkap harimau yang ikut kawanan domba. Dan yang ketiga, tim khusus edukasi, yang bertugas khusus untuk mengembalikan mental dan karakter sebagai harimau sejati.

Ketiga tim ini pun langsung bekerja keras. Agar masalah ini tuntas segera. Yang paling penting agar ‘aib’ ini tidak menyebar kemana-mana. Karena bisa menjadi aib yang sangat memalukan bagi kerajaan Harimau yang sangat ditakuti. Sang Raja tidak bisa membayangkan dirinya akan menjadi bahan tertawaan dari hewan hewan yang selama ini menjadi mangsanya.

Dalam kesendirian sang Raja termenung serius. Dan sangat bersemangat memantau tim yang sedang bekerja. Dengan harapan hasilnya bisa segera diumumkan kepada rakyat bangsa harimau.

Walhasil, dengan bekerja siang malam tim telik sandi akhirnya menemukan tempat kawanan domba yang dimaksud. Terlihat jelas sang harimau berada ditengah tengah kawanan domba. Dengan terlihat sedih tim telik sandi menyaksikan sendiri bagaimana saudaranya tidak berdaya seperti dirinya. Padahal dia adalah bangsa dengan trah Si Raja Hutan. Siapapun akan segan dan takut bila harus berurusan dengan bangsanya. Tapi ada fakta lain yang membuat mereka bersedih. Ternyata ada seekor harimau yang meniru perilaku bangsa lemah: bangsa domba. Duh Gusti apa yang terjadi?

Dengan cekatan tim telik sandi memutuskan untuk segera menyergap sang Harimau tersebut. Dengan berkoordinasi bersama tim buru sergap akhirnya disepakati malam hari sang harimau harus ditangkap. Tepat tengah malam, ketika kawanan domba sedang tidur sang harimau pun dibekuk tanpa perlawanan. Akhirnya sang harimau di bawa kehadapan sang Raja. Dan segera disidangkan secara khusus.

Hal pertama yang ditanyakan oleh sang Raja adalah siapa dirimu, dari mana asalnya dan apa yang selama ini kamu lakukan. Sang Harimau yang mendapat pertanyaan seperti itu terdiam tidak bisa menjawab. Karena dihadapan dia adalah berbadan sama, berkulit sama dan postur tubuh sama. Hanya yang membedakan adalah suaranya yang terdengar sangat berwibawa. Tidak mengembik seperti dirinya.

Sang Raja harimau pun dengan bijak memandang sang harimau yang tertunduk dengan penuh cinta. Kemudian sang Raja memerintahkan kepada punggawa untuk mengambil cermin besar dan ditempatkan dihadapan sang Raja. Tanpa menunggu lama, akhirnya sang Raja memerintahkan sang Harimau untuk memandang dirinya sendiri di cermin. Tataplah wahai anakku siapa dirimu. Dengan lembut dipegang kepala sang harimau.

Tak terasa sang harimau menetes air mata. Mengingat kejadian masa lalu. Awal mula dia bersama kawanan domba. Dan hidup bersama para sang domba. Begitu indah kehidupan masa kecilnya dengan sang domba. Namun kini dia dihadapan pada kenyataan bahwa dirinya bukanlah domba. Tapi seekor Harimau dan dari trah para Raja Hutan yang disegani dan ditakuti.

Duh Gusti, aku seekor harimau. Trah dari para Raja Hutan. Sang Penguasa hutan. Tapi aku berprilaku seperti para domba. Maafkanlah diriku Gusti. Namun aku sangat bersyukur bisa hidup bersama domba dan pernah menjadi bagian dari mereka. Tapi kini aku harus kembali ke jatidiriku yang sejati. Yaitu seekor Harimau.

Dalam diam sang Raja pun tersenyum melihat rakyatnya kembali pada kesadaran dirinya sebagai seekor harimau. Dengan lembut Sang Raja berkata,” Wahai anakku, kini banyak hewan yang merasa seperti kita para Harimau tapi perilaku dan mentalnya tidak jauh dari para domba. Suaranya melengking bikin gaduh. Tapi jiwanya pengecut. Wahai anakku, selamat datang kembali di kerajaan Sang Harimau. Aku bangga padamu,” ucap sang Raja lembut.

Setelah sidang khusus selesai, esok harinya sang Harimau pun menemui para sang domba. Menceritakan apa sesungguhnya yang terjadi sekaligus beliau pamit kepada sang Domba yang selama ini telah memberikan kehangatan kehidupan bagi dirinya. Dan mengutarakan akan kembali ke kerajaan harimau dan hidup sebagaimana seharusnya sebagai Harimau.

Dengan berat hati Sang Domba menyimak penuturan harimau yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Tapi kini sang anak sudah mengetahui jati dirinya sendiri. Dan kini harus berpisah selamanya dengan ‘sang anaknya’.

Dengan berat hati sang domba harus melepaskan sang harimau dan menyerahkan kembali kepada kepada keluarganya.

Dan dengan penuh cinta, diantarnya sang Harimau hingga dipersimpangan jalan. Sebelum berpisah, sang domba membisikkan ke telinga sang Harimau, ” wahai anakku kini engkau telah mengetahui Jati dirimu yang sejati. Jadilah Harimau yang sesungguhnya wahai anakku”, sebelum berpisah untuk selamanya ditatapnya “sang Anak” dalam dalam. Hingga ufuk malam memisahkan keduanya.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *