Ketika Harimau Dibesarkan Domba

0
3

Oleh : Tubagus Soleh

Penulis adalah : Ketua Umum Pusat Babad Banten, Wakil Ketua DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA).

 

 

Bagian pertama dari dua tulisan

 

Alkisah, ada seekor anak harimau yang tersesat jalan di hutan. Si anak harimau tersebut kebingungan tidak tahu hendak pulang dan berkumpul dengan kawanan sang harimau. Dilalahnya, sang anak harimau itu bertemu dengan sekawanan Domba. Melihat sang anak harimau kebingungan dan ketakutan kawanan domba tidak menunjukkan sikap permusuhan. Malah menunjukkan sikap persahabatan dan mengajak sang harimau kecil bergabung dengan mereka.

Singkat cerita, hari bertemu hari, bertahun tahun sang harimau mengikuti kawanan sang domba. Tanpa disadari semua tradisi dan perilaku sang harimau kecil sama persis seperti kawanan domba. Dari gaya, perilaku, bahkan suaranya pun seperti anak anak domba kebanyakan. Cuma satu yang membedakan postur tubuh dan warna kulit yang berbeda.

Seperti kawanan hewan lainnya, kawanan domba pun selalu bergerak dan berpindah-pindah tempat untuk mencari makanan. Sang Harimau yang secara naluriah termasuk hewan omnivora ternyata mengikuti apa yang kawanan domba makan. Yaitu makan rumput. Anehnya sang harimau sang menikmati dan menyukai apa yang dimakan bersama kawanan domba. Seperti tidak ada masalah yang berarti. Berat badan dan postur tubuhnya tumbuh seperti harimau kebanyakan.

Hingga suatu masa, kawanan domba ini bertemu dengan kawanan harimau. Alangkah kagetnya, kawanan domba ini sehingga mereka semua lari tunggang langgang. Buyar menyelamatkan diri masing-masing. Termasuk sang anak harimau ikut lari mengikuti kawanan domba.

Sedangkan kawanan harimau pun tidak kalah terkejutnya, melihat sang harimau ikut kawanan domba dan berperilaku seperti domba. Tanpa pikir panjang sang Raja Harimau memerintahkan untuk mengikuti dan menyelidiki sang harimau yang ikut dengan kawanan domba.

Sang Raja Harimau ingin tahu apa yang terjadi dengan sang harimau sehingga berprilaku jauh dari karakter dan nilai nilai dasar perjuangan Para Harimau. Bagi sang Raja harimau ini merupakan aib yang sang memalukan seandainya terdengar kabar kepada kawanan hewan hewan lainnya. Bisa bisa menjadi bahan bullying yang memalukan.

Harimau adalah sang raja Hutan. Siapapun harus takut dan tunduk. Bukan malah menjadi pengikut sang domba yang justru menjadi target santapan sang Harimau. Sang Raja berpikir keras untuk menculik sang harimau yang menjadi bagian kawanan domba. Sang raja berpikir sang harimau itu harus disadarkan dan dibangun karakter asli keharimauannya. Agar kembali jati dirinya sebagai sejatinya sang Harimau. (Bersambung). (Tubagus Soleh, Babad Banten)

Komentar dibawah ini