Ketua MUI Pandeglang Menanggapi Terkait Rias Pengantin dan Foto Prewedding

0
36

Pandeglang, Badakpos.com – Dijaman sekarang terkadang orang lupa akan pentingnya penerapan norma agama dalam pelaksanaan resepsi pernikahan. Menyikapi hal itu, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang K. H Hamdi Ma’ani angkat bicara terkait cara riasan pengantin dan fhoto Prewedding yang sering dilakukan oleh beberapa kalangan khususnya di Kabupaten Pandeglang. “Saya menghimbau para tukang rias jangan mengerik alis, memakai sambungan rambut, karena itu dilarang oleh agama,” ungkap Ketua MUI Pandeglang saat memberikan arahan pada acara temu wicara dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonedia (HARPI), Sabtu (13/1/2018) di Gedung MUI Pandeglang.

 

Lanjut Ketua MUI, biasanya orang jaman now (jaman sekarang), sebelum melaksanakan akad pernikahan sering melakukan foto Preewedding. Kegiatan ini kata K. H Hamdi, sangat dilarang oleh agama, karena blm menjadi muhrim. “Prewedding itu haram hukumnya, karena pasangan ini blm sah dimata hukum agama,” lanjutnya.

 

Masih kata K. H Hamdi, alangkah baiknya jika penata rias itu perempuan, jangan laki – laki. Kata di (K. H. Hamdi), saat ini terkadang ada penata rias laki – laki di beberapa daerah. “Kalau bisa, saya menyarankan penata rias itu perempuan, karena yang diriasnya juga perempuan. Kalo pengantin laki-laki kan tidak perlu dirias,” tandasnya.

 

Ketua MUI juga menyanpaikan, biasanya dalam pelaksanaan resepsi pernikahan terkadang suka melalaikan kewajiban sholat lima waktu karena terlalu sibuknya dengan acara. “Khususnya bagi sohibul hajat baik itu pengantin atau keluarga pengantin jangan meninggalkan sholat, sesibuk apapun jika waktu sholat tiba segera laksanakan,” ucapnya. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here