Ketum GEMA Mathla’ul Anwar Tak Ingin Ada Politik Identitas Soal Jabatan Kapolri

0
62

Jakarta, Badakpos.com – Menyikapi pernyataan salah satu petinggi di MUI yg menyoal pergantian jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) harus di jabat yg beragama Islam, dianggap tidak relefan dengan semangat keindonesiaan dan sebuah sikap yg tidak elok. Pergantian dan regenerasi di internal lembaga pemerintah termasuk juga di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus lepas dari sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPP GEMA Mathla’ul Anwar) Ahmad Nawawi di Jakarta, Kamis (26/11), mengatakan sangat aneh dan tidak elok jika masih ada orang atau pihak yg masih berfikir bahwa jabatan publik di lembaga pemerintahan termasuk Polri hanya jadi milik kelompok atau golongan agama tertentu saja.

“Bagaimana indonesia yang sudah merdeka sejak 76 tahun lalu dan terus berjuang menguatkan solidaritas kebangsaannya akan menjadi bangsa yang besar, kalau masih saja ada pihak yg terus menyoal sentimen SARA atas posisi jabatan publik pemerintahan, ujar Nawawi.

Ahmad Nawawi menyampaikan bahwa syarat utama seseorang bisa menduduki jabatan Kapolri karena figur tersebut memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, profesional, dan memiliki prestasi yang mumpuni.

“Hal utama yang penting dan harus menjadi perhatian kita bersama, bahwa UU No 2/2002 tentang Polri pun sudah jelas dan tegas tidak mencantumkan persyaratan harus agama tertentu untuk mengisi jabatan Kapolri. Yang terpenting bahwa posisi Kapolri harus diisi oleh sosok yang memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, profesional, dan memiliki prestasi yang mumpuni, bukan dikotomi karena sentimen suku dan agama. Artinya, siapa pun putra terbaik bangsa tanpa melihat latar belakang suku dan agamanya, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menduduki posisi sebagai Kapolri,” Tegas Nawawi.

Pihaknya juga berharap kebijakan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf kemarin, hari ini dan ke depan terus dibangun atas semangat kebangsaan yang menghargai keberagaman Suku Agama Ras dan Golongan. (Bp1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here