Khutbah Ju’mat : Mewariskan Nasihat Luqman Alhakimm

0
210

Oleh : KH.Abdurrahman Rasna

Penulis adalah : Kiyai, Penceramah Agama, Anggota Majlis Fatwa Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Anggota Komisi Da’wah MUI Pusat.

الحمد لله الذي علمنا من القراءن ما لم يعلم، واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الملك المنان، وتشهد ان محمدا عبده ورسوله سيد الرسل والخلق والعجم، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبع هدىه باحسان.
اما بعد :
فيا عباد الله رحمكم الله، اوصيكم ونفسي بتقوى الله
وطاعته لعلكم تفلحون.
ياايها الذين امنوا اتقوالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.

Hadirin rahimakumullaah!!

Dua hari yang akan datang seluruh Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untuk membangun Peradaban dan memanusiakan manusia .

Dalam sejarah pendidikan di indonesa terjadi perubahan hampir setiap tahunnya, kita mengenal Pakem, KTSP dan terakhir kita mengenal Inplementasi Kurikulum 2013.

Para Pendidik, Tokoh Pendidikan, mencari berbagai macam formasi sehingga sistem pendidikan itu melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas dan kalau kita kembali kepada ruh pembangunan bangsa Indonesia adalah membangun Bangsa Indonesia Lahir dan Batin, jiwa dan raga, tidak hanya membangun fisik tetapi juga membangun sepiritual masyarakat Indonesia

Menteri Pendidikan dalam sebuah karya beliau “Menyemai Kreatifator Peradaban Bangsa” menggambarkan Implementasi Kurikulum 2013 dengan sebuah cerita seorang Kiai menguji tiga orang Santrinya pada sidang Munaqosyah, sebelum menguji ketiga santri ini sang Kiai membuat sebuah Replika Al-Qur-an dari Kardus, lalu beliau meletakkan Replika Al-Qur-an tersebut di atas lantai sementara ia sendiri duduk di atas kursi lalu Kiai tersebut memanggil satu persatu dari ketiga santri yang akan diuji.

Ketika santri pertama masuk dan melihat Al-Qur-an diletakkan diatas lantai ia hanya mengucapkan istighfar tanpa berbuat apa-apa, ia hanya memperlihatkan kekecewaan melihat Al-qur-an diletakkan di atas lantai.
Santri kedua masuk dan melihat Al-qur-an yang teretak di lantai, ia memprotes Kyai tersebut yang meletakkan Al-Qur-an di lantai.
Ketika Santri ketiga masuk dan melihat hal yang sama ia tidak melakukan protes terhadap Kyainya tetapi ia mengambil Al-Qur-an tersebut seraya mengatakan wahai Kyai tidak ada adab kalau Al-Qur-an kita letakkan di atas lantai, selayaknya Al-Qur-an ini kita letakkan di atas meja.

Setelah melihat sikap ketiga santri tadi sang Kyai hanya meluluskan santri ketiga yang tidak banyak bicara tetapi melakukan aksi memindahkan Al-Qur-an. Bila kita tinjau mengapa ia mengambil Al-Qur-an dan memindahkannya keatas meja, karena didorong oleh Ilmu yang dimilikinya.

Cita-cita Pemerintah dengan Implementasi Kurikulum 2013 adalah melahirkan siswa-siswi seperti santri yang ketiga tadi (melakukan aksi atas reaksi yang terjadi, bukan hanya menghafal teori-teori).Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang melakukan studi banding ke berbagai daerah di luar negeri dan yang mereka dapatkan di sana tidak ada pelajaran Agama (akhlak) yang ada hanya pendidikan etika.

Bila kita bertanya kepada anak yang mempelajari etika mengapa engkau menghormati orang yang lebih tua, ia akan menjawab etika seorang anak terhadap orang tua adalah menghormatinya. Namun kalau kita bertanya kepada anak yang mempelajari pendidikan agama ia akan menjawab kewajiban saya menghormati orang tua. Dalam etika hanya ada sanksi moral, tapi bila hukum yang dilanggar akan ada sanksi baik di dunia maupun di akhirat

معاشر المسلمين رحمكم الله

Untuk komparasi kita, coba kita kembali melihat Kurikulum yang dibuat oleh Luqmanul Hakim ketika mendidik anaknya dengan nasehat-nasehat, ada yang disebutkan dalam Al-Qur-an (ada lebih dari 50 Nasehat),  ada yang disebutkan dalam Al-Qur-an antara lain Nasehat Lukmanul Hakim kepada anaknya untuk tidak menyekutukan Allah
Sebagaimana Allah firmankan :

واذقال لقمان لابنه وهو يعظه يبني لا تشرك بالله ان الشرك لظلم عظيم.

Artinya :
Hai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah, karena menyekutukan Allah adalah kerusakan yang amat besar). QS Luqman :13

ووصلنا الانسان بوالديه حملته امه وهنا على وهن وفصله في عامين ان اشكرلي الوالدين الي المصير.

Artinya :
dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam kondisi lemah yang bertambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah keapada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepadamu lah kembalimu.

Pernahkan kita mengajarkan kepada anak-anak kita apa itu syirik, pernahkah kita mengajarkan kepada anak-anak kita tentang Allah yang menciptakannya dan ini merupakan pendidikan awal dalam rumah tangga seperti yang dilakukan oleh Lukmanul Hakim dengan menanamkan ketauhidan sejak dini kepada anaknya dan pelajaran keduanya adalah agar anak-anaknya menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(QS. Lukman: 13)

Lukmanul Hakim Mengajarkan ketauhidan sejak dini kepada anak-anaknya, kemudian ia mengajarkan kepada anaknya untuk Shalat (ibadah) sebagaimana diceritakan Allah dalam Al-Qur-an :

يبني اقمار الصلوة واءمر بالمعروف وانه عن المنكر واصير على ما اصابك ان ذالك من عزم الامور

artinya:
‘Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman : 17).

Dan Lukmanul Hakim mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak berlaku sombong (pendidikan akhlak)

ولا تصعر خدك للناس ولا تمشى في الارض مرحا ان الله لا يحب كل مختال فخور

Artinya :
“dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18)

واقصد في مشيك واغضض من صوتك ان انكر الاصوات فصول الحمير
Artinya :
Dan sederhanakanlah dalam berjalan, dan lembutkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. QS Luqman 19

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara sebagai bapak pendidik nasional yang selalu diperingati pada setiap tanggal 2 Mei telah mewariskan suatu ajaran Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang – orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang – orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.

Untuk komparasi kita dari beragam teori kependidikan alangkah sangat baik jika kita pelajari sejarah orang-orang terdahulu seperti Ki Hajar Dewantoro, ulama-ulama terdahulu, untuk kita wariskan kepada anak-anak kita sebagai warisan budaya, nasihat agar menjadi generasi yang baik dan shaleh

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

—————— 02 —————-

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here