Kisah Nabi Isa AS yang Lahir di Betlehem dan Bisa Bicara saat Bayi

0
5
Oleh : Erwin Dariyanto – detikNews

Nabi Isa alaihissalam lahir di Betlehem, Palestina, sebuah daerah yang terletak di antara dua dataran dengan ketinggian 750 di atas permukaan laut. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer arah selatan dari Masjid al Aqsa di Yerusalem. Kisah Nabi Isa AS lahir di Betlehem dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Imran ayat 33, Surat Maryam 16 sampai 40 dan juga pada salah satu hadits Rasulullah SAW.

Dikutip dari buku Jejak-jejak Rasulullah, karya Hanafi Al Mahlawi, Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Miraj sempat turun di Betlehem dan mengerjakan sholat sunah 2 rakaat. Peristiwa itu diriwayatkan Anas bin Malik dalam hadits An-Nasa’i.

Dikisahkan, dalam perjalanan Isra dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa, Rasulullah singgah sesaat di beberapa tempat untuk mengerjakan sholat dua rakaat. Tempat pertama adalah Madinah yang kini berdiri Masjid Nabawi, kemudian bukit Sinai, tempat Nabi Musa bertemu Tuhan.

Setelah dari Sinai, tiba di suatu tempat, Jibril meminta Nabi Muhammad turun dari Bouroq yang dikendarai dari Mekah. “Turun dan sholat lah!” kata Jibril.

Maka Nabi Muhammad pun turun dan mengerjakan sholat dua rakaat. “Tahu kah engkau (Muhammad) tadi sholat di mana?”

“Tadi aku sholat di Baith Lahm (Betlehem), di situ lah Nabi Isa dilahirkan,” jawab Nabi Muhammad SAW seperti dikutip dari buku Jejak-jejak Rasulullah, karya Hanafi Al Mahlawi.

Kisah Nabi Isa AS dimulai dari Firman Allah SWT dalam surat Al Imran ayat 33, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing.”

Imran adalah ayah kandung dari Maryam, Ibu Nabi Isa AS.

Pada suatu hari, Maryam yang sedang menyendiri di sebuah tempat didatangi Malaikat Jibril dalam wujud seorang pria. Ditemui Malaikat Jibril, Maryam kaget lalu berdoa seperti diabadikan dalam Al Quran surat Maryam ayat 18 yang artinya, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”

“Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci,” jawab Jibril menenangkan Maryam.

Maryam bertambah kaget. Bagaimana mungkin bisa melahirkan anak sedangkan dia tak pernah bersentuhan dengan laki-laki dan bukan pezina. Malaikat Jibril meyakinkan bahwa, hal itu bukan masalah bagi Allah SWT.

Maka Maryam pun hamil. Perempuan mulia yang dijamin masuk surga itu kemudian mengasingkan diri ke lokasi jauh dari tempat tinggalnya. Rasa sakit menjelang melahirkan menyebabkan Maryam berhenti di sebuah dataran tinggi dan bersandar di bawah pohon kurma. “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan,” kata Maryam.

Dari tempat yang agak rendah Malaikat Jibril berkata kepada Maryam, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu”.

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,” kata Jibril seperti diabadikan dalam Al Qur’an Surat Maryam ayat 25.

Maryam pun melahirkan Nabi Isa alaihissalam, dan menggendong membawa ke kaumnya. Mereka pun mempertanyakan Bapak dari anak yang dilahirkan Maryam.

“Wahai Maryam, sesungguh engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina,” kata warga.

Maryam yang saat itu sedang puasa bicara lalu menunjuk Nabi Isa kecil yang saat itu sedang dalam ayunan. Nabi Isa AS, yang saat itu masih bayi diberi keajaiban Allah SWT untuk bisa berbicara. Kisah Nabi Isa alaihissalam berikutnya diriwayatkan dalam Al Qur’an Surat Maryam ayat 30 dan 31.

Nabi Isa kecil menjawab untuk membela sang Ibu dari keraguan kaumnya, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia (Allah) menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Allah SWT dalam Surat Maryam ayat 34 dan 35 berfirman:

“Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘jadilah’, maka jadilah ia.”

Kisah Nabi Isa alaihissalam dan tempat lahirnya masih bisa ditemui. Tepatnya berada di Gereja Nativity, Betlehem, Palestina.

Titik yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Isa AS ditandai dengan lempengan baja berbentuk bintang segi empat belas. Ada tulisan ‘Hic de Maria Virgine Jesus Cristus Natus est’ dalam format melingkar di bintang perak itu. (BP1).

 

Komentar dibawah ini