Korkab PKH : Dugaan Potongan Dana PKH Di Sangiang Tidak Benar

Pandeglang, Badakpos.com – Sulaeman Afandi Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) membantah adanya dugaan potongan dana PKH. Menurutnya, dugaan oknum yang melakukan potongan di Sanghiang Dengdek itu tidak benar. “Setelah saya dapat info, saya langsung konfirmasi ke pendamping PKH desa Sangiang Dengdek (Anis Nurmawadah). Berdasar pengakuan pendamping Desa Sangiang dengdek bahwa dirinya tidak melakukan pemotongan dana bahkan mengintruksikan pun tidak pernah,” kata Sulaeman kepada Badakpos.com, Jum’at (9/3/2018).

 

Dirinya mengintruksikan kembali kepada pendamping untuk langsung kroscek lapangan. Setelah melakukan penelusuran, bahwa memang betul mereka (KPM) mengumpulkan uang di Ketua Kelompok. “Namun itu atas inisiatip mereka sendiri yaitu untuk iuran kelompok dan rencananya uang itu akan dipergunakan untuk kegiatan atau keperluan kelompok, misalkan jika ada pertemuan kelompok untuk membeli air atau makanan maka menggunakan uang itu, juga jika ada anggota kelompok yang sakit maka untuk menjenguk menggunakan uang itu, ” tambahnya

 

Tidak puas dengan informasi dari pendamping, Dirinya (Sulaeman-red), langsung turun ke lokasi untuk menemui para KPM agar memastikan kejadian yang sebenarnya. “Sekitar pukul 19:30 WIB saya sampe di Kp. Cipamuruyan dan bertemu dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang berhasil saya temui yaitu ibu sarmenah, ibu mimin dan ibu mariam. Dari keterangan KPM tidak jauh berbeda dari apa yang disampaikan pendamping, bahkan menurut mereka (penerima KPM-red) atas perintah pendamping uang yang dikumpulkanpun sudah di kembalikan lagi ke KPM, karena pendamping menganggap nilainya terlalu besar, ” jelasnya panjang lebar.

Terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengingatkan, jangan sampai ada potongan untuk dana PKH. Dirinya menghimbau apabila di duga ada pemotongan oleh oknum, harusnya di kroscek dulu kebenarannya.” Jangan sampai nama PKH ini rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan saya selalu ingatkan agar pendamping selalu menjaga marwahnya PKH sebagai pegawai sosial yang bermartabat, ” ungkap Irna.

Irna berharap, dugaan ini hanya issue tidak benar. Dan apabila itu terjadi pendamping akan direfitalisasi.” Kita akan rapatkan ini, apabila ini terjadi pendamping akan kami copot, “tandasnya. (Bp3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *