KPU Gelar Simulasi Pemungutan Dan Perhitungan Suara

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang menggelar simulasi pemungutan suara dan perhitungan suara pemilu 2019 di Kecamatan Saketi, Minggu (31/3).

Menurut Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sudja’i mengatakan, jika kegiatan ini dilakukan oleh seluruh KPU Kabupaten Kota se- Indonesia, untuk memperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilu 2019 mendatang. “Kami ingin melihat pada tahap mana yang harus mendapatkan perhatian serius agar pelaksanaan pemilu nanti tepat waktu, efisien dan efektif. Karena, pada pelaksanaan pemilu nannti tidak jauh beda dengan pelaksanaan hari ini,” kata Ahmad Sudja’i saat acara pembukaan.

Dikatakan Sudja’i, jika sudah melakukan simulasi, akan diketahui petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) membutuhkan waktu berapa lama untuk melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara, karena pemilu serentak baru kali ini (perdana) dilaksanakan. ” SOP nya dalam pelaksanaan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat dimulai acara ada pengucapan janji dulu, dilanjutkan pembukaan kotak suara, menerima formulir C6, dan pemilih harus mengisi daftar hadir,” terangnya.

Setelah dilakukan beberapa contoh pada simulasi pemungutan suara, kata Sudja’i dapat diambil kesimpulan di titik mana yang harus mendapatkan perhatian khusus. Ia menilai, tiga titik yang membutuhkan waktu lama yaitu pada petugas keamanan, pengisian formulir, dan memasukan surat suara kedalam kotak. “Sebelum masuk ke TPS masyarakat akan diperiksa dulu oleh petugas keamanan. Pada pengisian formulir terhitung lama karena harus mencatat biodata , dan usai pencoblosan biasanya kebingungan memasukan surat suara karena ada lima surat suara,” ujarnya.

“Oleh sebab itu perlu dibuat entri poin untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mempermudah sehingga dapat dilaksanakan secara epektif dan efisien, sehingga dapat memgurai proses pelaksanaan,” tegasnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita pada kesempatan tersebut mengungkapkan, pelaksanaan simulasi ini sangat penting dilaksanakan, karena anggota KPPS dan PPK tidak tetap, karena sering dilakukan perubahan personil.”Petugas KPPS merupakan ujung tombak lancarnya demokrasi, jangan sampai tidak tau tugas pokok yang harus dilakukan sehingga meminimalisir kesalahan pada pelaksanaan,” kata Irna.

Menurut Irna, yang tidak kalah pentingnya adalah simulasi kepada masyarakat. Kata Irna, dengan pemilu serentak ini dikhawatirkan masyarakat belum faham betul tata cara yang harus dilakukan. “Sekarang surat suara saja ada lima, saat pencoblosan juga sangat banyak calon nya, jadi ini harus dipikirkan. Karena dari KPU tidak memungkinkan, seyogyanya dapat dibantu oleh DPMPD, Kecamatan dan Desa,” terangnya.

“Harapan kami pemilu nanti berjalan baik, tidak ada yang mencederai jalannya demokrasi. Dengan hadirnya KPPS disini, dapat menyampaikan kembali atau transfer knowledge kepada masyarakat waktu yang efisien dan efektif serta tata cara yang tepat,” tutupnya.

Hadir dalam acara ini Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Anatomi, Ketua DPRD Pandeglang Gunawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Taufik Hidayat, Kepala Badan Kesbangpol Tatang Effendi, Camat Saketi dan seluruh PPK dan KPPS se-Pandeglang. (Bp-3)

Komentar dibawah ini