KPU Pandeglang Adakan Sosialisasi Pemilu 2019

0
15

Pandeglang, Badakpos.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang menggelar Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 di salah satu Hotel di Pandeglang (2/10/2017). Hal itu dilakukan guna untuk meningkatkan partisipasi politik di Pandeglang yang terbilang rendah.

Menurut mantan Ketua KPU RI Juri Ardiantoro, sosialisasi politik harus terus dilakukan karena selalu ada sesuatu yang baru dalam politik, baik dari segi aturan maupun yang lainnya. Namun, sesuatu yang baru tersebut belum tentu dapat menjadikan politik di Indonesia lebih baik, bahkan sebaliknya.

“Kita ini adalah bangsa yang suka bereksperimen termasuk dalam politik. Pemilu kita selalu ada yang baru, kalau baru karena mengikuti perkembangan atau supaya lebih baik, itu saya kira hal yang bagus. Tapi seringkali kita menghadapi satu pengaturan pemilu yang baru, yang dalam beberapa kasus justru menunjukkan ketidakkonsistenan dalam mendesain sistem politik kita atau pada saat yang sama ada akomodasi politik dari kelompok kepentingan mayoritas di DPR atau pemerintah yang tidak sejalan dengan upaya kita untuk membuat sistem pemilu kita lebih baik,” terangnya panjang lebar.

Ia melanjutkan, saat ini permasalahan utama pemilu adalah masalah kepercayaan yang disebabkan oleh politik atau pemilu dkanggap tidak berhubungan langsung dengan perbaikan ekonomi warga, banyak skandal yang dilakukan atau melibatkan para pejabat publik hasil pemilu/pilkada, kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat, dan pengaruh media sosial

“Permasalahan pemilu tersebut mengakibatkan masyarakat merasa cuek, masa bodoh, atau tidak perlu terlibat dengan urusan politik. Sementara jika terlibat dalam politik, ada faktor lain yang justru dapat merusak politik itu sendiri seperti sentimen, primordial, dan uang,” tambah Ketua KPU DKI Jakarta periode 2008-2013 itu.

Lebih lanjut Juri menuturkan, partai politik adalah instrumen demokrasi untuk menyalurkan aspirasi melalui perwakilannya di lembaga legislatif

“Tapi partai politik belum menjadi instrumen demokrasi yang ideal,” keluhnya.

Sementara itu, Direktur Strategi Alliance Jakarta Ali Nurdin mengatakan, diperlukan strategi yang menarik dalam meningkatkan partisipasi politik, seperti dikemas dalam bentuk perlombaan atau yang lainnya.

“Strategi meningkatkan partisipasi politik yaitu pertisipasi peserta, integritas penyelenggara, partisipasi komunitas, media sosial, dan pemilu sebagai pesta demokrasi,” tutupnya. (Bp3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here