KPU Pandeglang Sosialisasi Pemungutan & Perhitungan Suara Bersama Wartawan

0
22

Pandeglang, Badakpos.com – Bertempat di aula komisi pemilihan umum kabupaten Pandeglang, sosialisasikan terkait pemungutan, perhitungan.Kepada Parpol, Tim kampanye, NGO, instansi pemerintah pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pandeglang tahun 2020, berdasarkan informasi pada senin (30/11).

Dalam sambutanya, ketua divisi teknis KPU Pandeglang bernama Ahmadi mengatakan, bahwa pentingnya agenda tersebut untuk bisa disampaikan dan disosialisasikan terutama kepada pres dan awak media massa.

“Dengan harapan melalui media massa ini, dapat mendorong partisipasi pemilih, dan juga ditambah pada 9 desember nanti telah dijadikan hari libur nasional,” ucapnya.

“Dan masih dalam kondisi covid-19, sehingga sangat penting sekali, sosialisasi ini bisa sampai kepada masyarakat luas tentunya mulai media massa,” pungkas Ahmadi.

Agenda sosialisasi ini dihadiri juga oleh komisioner KPU provinsi Banten Nurhayati Santosa, dan komisisioner Bawaslu provinsi Banten Muhammad Nasehudin. Yang semuanya sekaligus sebagai nara sumber.

Sementara, komisisioner KPU provinsi Banten, Nurhayat Santoso menyampaikan, pemaparan terkait pemungutan dan perhitungan suara. Serta penggunaan di rekap di TPS pada pemilihan tahun 2020.

“Terkait pelaksanaan pilkada tahun 2020, ini berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya. Yaitu terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan, karena kita melaksanakan pilkada di tengah pandemi covid-19,” terangnya.

Dikarenakan masih suasana pandemi covid-19, jumlah pemilih di TPS dibatasi, maksimal sebanyak 500 orang. Ini dalam upaya meminimalisir terjadinya kerumunan massa, imbuhnya.

Masih dikatakanya, adapun KPPS akan dibekali dengan alat pelindung diri(APD).Dan bagi pemilih dihimbau untuk menggunakan masker.

Dilanjutkan Nurhayat, sedangkan di TPS juga disediakan tempat mencuci tangan bagi pemilih yang masuk atau ke luar tempat pemilihan suara. Dan dalam penggunaan alat bantu, sistem informasi di rekap dalam rekapitulasi perhitungan suara. Pada pilkada kali ini akan digunakan, namun tidak akan menjadi penentu hasil, ungkapnya.

Masih kata Nurhayat, hasil akhir tetap berdasarkan perhitungan berjenjang di lapangan. Dan bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3, maka disediakan gubuk pemilihan khusus.Yang terpisah dengan gubuk pemilih umum, pungkasnya

Ditempat yang sama, Muhammad Nasehudin menuturkan, terkait pentingnya peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan serentak 2020.Dalam hal ini pengawasan Bawaslu sudah mengkukuhkan pengawas TPS, dan sejumlah pengawas TPS se kabupaten Pandeglang yang telah di bentuk 23 hari sebelum hari pemilihan.

Dan dalam meminimalisir penyebaran covid-19, maka telah dilakukan rapid test bagi PTPS se kabupaten Pandeglang, ucapnya.

Masih dikatakannya, bahwa sanya Bawaslu melalui PTPS akan melaksanakan pengawas dengan pendekatan persuasif, hingga ke tempat pemungutan suara.

Ditambahkanya, Bawaslu juga melalui PTPS pengawasan persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara.

Intinya apa saja yang diatur oleh peraturan KPU, maka itu yang menjadi obyek pengawasan kami (Bawaslu, red) hingga ke tempat pemungutan suara, imbuhnya.

Bawaslu dalam memaksimalkan pengawasan, dengan ini menggunakan siswalu. Yang merupakan sistem pengawasan yang dibuat untuk menjadi alat kerja pengawasan dalam Pilkada 2020, katanya.

Dengan harapan trend pelanggaran pungut hitung pemilu 2018 tidak terjadi kembali, melalui teman -teman media semoga bisa menjadi pengawas bagi Pilkada tahun 2020, pungkas Komisioner Bawaslu provinsi Banten. (BP12/BP11).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here