Lonjakan Tarif Angkutan Hingga 300 Persen, Dikeluhkan Penumpang

0
50

Pandeglang, Badakpos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten menggelar operasi tarif angkutan di Terminal Kadubanen. Hasil dari oprasi, ditemukannya tarif angkutan untuk bus antar kota-antar provinsi (AKAP) dan antar kota-dalam provinsi (AKDP) mengalami kenaikan sampai 300 persen. Minggu, (10/6).

Diketahui, bahwa saat jelang Lebaran 2018 perusahaan otobus dan penyedia jasa angkutan dilarang menaikan harga secara sepihak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI nomor PM 36 tahun 2016. Tentang Tarif Dasar, Tarif Batas Atas, dan Tarif Batas Bawah Angkutan Penumpang antar Kota-antar Provinsi kelas ekonomi dijalan dengan mobil bus umum dan Surat Keputusan (SK).1917/AJ/.801/DRJD/2016 menyebutkan bahwa tarif angkutan untuk jurusan Labuan-Kalideres sebesar Rp30 ribu, bus jurusan Pandeglang-Kalideres sebesar Rp25 ribu, dan jurusan Serang-Kalideres sebesar Rp20 ribu.

Akan tetapi, saat petugas Dishub melakukan pemeriksaan, tarif untuk jurusan Labuan-Kalideres naik hingga Rp90 ribu atau naik hingga 300 persen. Dimana Bus jurusan Pandeglang-Kalideres naik sampai Rp85 ribu, begitu juga bus jurusan Serang-Kalideres naik hingga Rp60 ribu. Sedangkan untuk jurusan Serang-Cibaliung naik menjadi Rp100 ribu, dari tarif awal sebesar Rp50 ribu.

Dengan adanya kenaikan harga tentu dikeluhkan masyarakat, Yuniarti salah seorang penumpang jurusan Cibaliung mengaku keberatan dengan dinaikannya tarif angkutan tersebut, karena terlalu mahal. “Biasanya juga cuma Rp50 ribu doang, kenapa sekarang sampai Rp100 ribu. Saya merasa keberatan dengan kenaikan harga yang memang tidak ada aturan dari pemerintah, harusnya mereka (sopir-red) tidak menaikan harga secara sepihak, karena akan banyak masyarakat yang dirugikan,” ujarnya saat ditemui di Terminal Kadubanen.

Novi Suci, penumpang jurusan Munjul mengaku, kenaikan tarif yang dilakukan para sopir sangat besar dan tidak masuk akal. Dia berharap, persoalan tersebut segera diselesaikan oleh dinas terkait agar tidak ada yang merasa dirugikan. “Masa iya ke Munjul aja sekarang bayarnya Rp110 ribu, biasanya juga cuma Rp50 ribu, kenapa naiknya langsung tinggi gitu ya. Tolong dong pak, kalau mau menaikan harga sesuai aturan dari pemerintah, kalau pun tidak ada kenaikan ya ikutilah aturannya. Jangan semena-mena menaikan harga sepihak, dan merugikan penumpang, jangan karena jelang lebaran memanfaatkan moment,” keluhnya.

Sementara itu, Jaja sopir bus jurusan Serang-Cibaliung mengaku, alasan dinaikannya tarif angkutan tersebut karena dinaikannya retribusi terminal di wilayah Serang. “Di Serangnya aja sudah naik tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, dan banyak yang naikin harga. Kaya di terminal terus di posko-posko, suka ada yang narik retribusi. Makanya kita naikan tarifnya untuk menutupi pengeluaran kita,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Dishub Kabupaten Pandeglang Dadan Tafif Danial, menegaskan bahwa tidak diperbolehkannya sopir atau PO bus yang menaikan tarif angkutan secara sepihak dan melanggar aturan, apabila ada yang melanggar bakal diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. “Hal ini tentu langsung kami sampaikan kepada pemiliknya agar izin trayeknya dicabut. Pokoknya tidak boleh ada yang menaikan tarif angkutan yang sepihak, kalau ada segera laporkan agar bisa kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Pery Hasanudin Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang mengaku telah menginstruksikan tim pengawas untuk mengkondisikan harga disemua terminal di Pandeglang. Hal ini bertujuan, untuk mencegah adanya sopir yang menaikan harga secara sepihak, karena hal tersebut tentu sangat merugikan penumpang. “Saya harap jangan ada angkutan yang seenaknya saja menaikan harga ongkos, karena merugikan masyarakat dan tentunya kasihan sama masyarakat yang akan menikmati hari raya Idul Fitri. Dengan adanya Operasi tarif yang dilakukan, diharapkan agar dapat mengendalikan dan mengawasi kenaikan tarif angkutan, ” tutupnya. (BP-MG2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here