Masase Perineum Cegah Laserasi Saat Persalinan

0
4

Oleh : Fathiyati, S.ST.,M.Kes
Penulis adalah : Ketua STIKes Salsabila Serang

 

Secara alamiah seorang wanita memiliki siklus kehidupan yang kompleks dimulai dari menarche, menstruasi rutin, hamil, melahirkan, nifas, pra menopause, menapouse hingga senium. Hal yang diinginkan sekaligus menjadi fase menegangkan adalah ketika wanita dapat hamil, melahirkan dengan kemungkinan resiko yang dapat terjadi. Berdasarkan jurnal penelitian Ari Andriyani menyimpulkan bahwa 70 persen wanita yang melahirkan pervaginam memiliki potensi mengalami trauma perineal yang berhubungan dengan morbiditas post natal melalui robekan yang mengenai spingter anal yang tidak terrecord. Laserasi perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan kala II yang dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi wanita, perdarahan dan laserasi. Sebanyak 85% wanita melahirkan pervaginam dapat mengalami laserasi perineum. Peregangan dan laserasi pada perineum selama proses persalinan dapat melemahkan otot-otot dasar panggul pada dinding vagina, trauma pada perineum juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada saat melakukan hubungan seksual (Barret et al 2000, Eason et all 2002).

Sering menjadi bahan berbagi pengalaman para wanita yaitu pertama kesan sakit atau tidak sakit saat melahirkan dan kedua yaitu terjadi robek atau tidak serta berapa jahitan jika robek. Barnes (2005) mengatakan 79 persen wanita yang memiliki riwayat persalinan terdahulu dengan laserasi akan mengalami ketakutan untuk hamil dan melahirkan kembali. Berdasarkan jurnal penelitian (Wewet, 2014) secara eksperimental 21,4 % Ibu hamil dengan usia kehamilan 36 minggu yang rutin melakukan masase perineum yang mengalami laserasi. Masase perineum untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah dan elastisitas perineum. Perineum adalah area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur) yang dapat robek ketika melahirkan atau secara sengaja digunting guna melebarkan jalan keluar bayi (episiotomi).

Masase perineum adalah teknik memijat perineum di kala hamil atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum sehingga membantu mengenali dan membiasakan diri dengan jaringan yang akan dibuat rileks dan bagian yang akan dilalui bayi. Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian laserasi perineum maupun episiotomi. Adapun tujuan dari masase perineum meliputi : dapat membantu melunakkan jaringan perineum sehingga jaringan tersebut akan membuka tanpa resistensi pada saat persalinan untuk mempermudah lewatnya bayi, untuk peningkatan elastisitas perineum sehingga melahirkan bayi dengan perineum tetap utuh, untuk meningkatkan kesehatan, mempersiapkan jaringan perineum menghadapi situasi saat proses persalinan terutama pada saat kepala janin crowning perineum lebih rileks ( Beckmann, 2016).

Keuntungan masase perineum yaitu : meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi dengan perineum utuh, dapat dilakukan sebagai ritual hubungan seksual, teknik ini digunakan untuk membantu meregangkan dan mempersiapkan kulit perineum pada saat proses persalinan, menstimulasi aliran darah ke perineum yang akan membantu mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan, menghindari kejadian episiotomi atau robeknya perineum di kala melahirkan dengan meningkatkan elastisitas perineum.

Syarat melakukan masase perineum adalah pada Ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 35 mingg, masase dilakukan di area antara vagina dan anus, pastikan kuku tidak panjang, tangan bersih, dilakukan selama 5-10 menit sebanyak 2 kali dalam sehari. Jika ibu melakukan pemijatan sendiri, posisinya adalah berdiri dengan satu kaki diangkat dan ditaruh di tepi bak mandi atau kursi. Gunakan ibu jari untuk memijat. Jika dipijat pasangan, posisi ibu hamil sebaiknya setengah berbaring, sangga punggung, leher, kepala dan kedua kaki dengan bantal. Regangkan kaki kemudian taruh bantal di setiap kaki. Gunakan jari tengah dan telunjuk atau kedua jari telunjuk pasangan untuk memijit. Ibu hamil yang dianjurkan untuk dilakukan masase perineum adalah wanita hamil dengan usia 30 tahun, primigravida karena jaringan di vagina lebih padat dibandingkan dengan multigravida, perineum yang kaku serta riwayat episiotomi. Masase ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil dengan plasenta previa, perdarahan rahim, herpes pada vagina hingga pre eklampsia.

Langkah-langkah dalam masase perineum yaitu :
Olesi jari dengan minyak dan letakkan ibu jari pada vagina.
Letakkan empat jari ke bagian belakang paha.
Mulailah dengan lapisan pertama vagina.
Bayangk an vagina seperti jam dan bagian perineum adalah arah jarum jam 6.
Mulailah pijat bagian vagina tersebut dengan ibu jari perlahan dan lembut, dari arah jarum jam 3 ke arah jarum jam 9.
Cobalah berhenti sejenak dan tahan di setiap titiknya.
Mulai dengan tekanan pada arah jarum jam 3, 4, 5, dan seterusnya.
Kemudian, lakukan sedikit peregangan dengan mendorongnya ke dalam jaringan dengan kuat.
Setelah itu, coba lakukan lebih dalam lagi
Setelah menyelesaikan massage, lakukan latihan kegel. Caranya, seperti ingin menahan kencing atau buang angin dari luar. Tahan selama 10 detik dan lepaskan selama 10 detik. Ulangi sebanyak 10 kali.
Setelah pemijatan selesai, kompres hangat jaringan perineum selama 10 menit secara perlahan dan hati-hati. Kompres hangat ini akan meningkatkan sirkulasi darah sehingga otot-otot di daerah perineum kendur (tidak berkontraksi atau tegang).

Gambaran masase perineum

Dengan masase perineum dan latihan kegel ini, risiko jahitan selama persalinan dapat berkurang karena daerah perineum telah dilatih elastisitasnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Komentar dibawah ini