Melepaskan Memori Yang Membelenggu

0
0

Oleh : Tubagus Soleh

Penulis adalah : Ketua Umum Pusat Babad Banten, Wakil Ketua DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA).

 

Tanpa kita sadari, hidup kita terlalu banyak dibebani oleh memori yang sudah tidak penting. Bahkan bisa jadi merupakan memori sampah. Sehingga bisa saja, memori itu menjadi beban bagi diri kita sendiri. Dampaknya bisa berfikir tulalet, perasaan tidak nyaman, atau bisa juga bermetamorfosis menjadi penyakit yang membahayakan bagi diri kita sendiri.

Pikiran kita merupakan energi. Dia bisa menggerakkan jiwa raga kita. Bila pikiran kita optimis, dampaknya juga sangat terlihat penampilan diri kita terlihat percaya diri. Begitu juga sebaliknya. Pikiran harus kita rawat dan kita jaga secara baik.

Banyak orang mengidap penyakit disebabkan karena pikiran. Pikiran bisa menjadi penyakit yang mematikan tapi juga bisa menjadi obat yang paling mujarab.

Bila anda ingin hidup bahagia atau menderita mulai saja dari berfikir. Baik berfikir yang enak enak atau berfikir yg njelimet. Mulai saja mengkhayalkan yang enak enak atau membayangkan yang susah susah. Semua proses berfikir kita selama hidup akan terekam dengan apik dalam memori otak kita. Sewaktu waktu pikiran yang tersimpan itu akan muncul kapan saja dan dimana saja.

Dampaknya sangat besar dikemudian hari. Dan resikonya juga sangat besar di masa depan. Pikiran anda adalah senjata yang sangat mematikan. Bila anda bisa menggunakan nya dengan baik dan ahli dia akan menjadi pengawal dan ‘sumber’ kesuksesan hidup anda.

Orang-orang bijak akan sangat menjaga, merawat, serta selalu mengembangkan anugrah Tuhan yang paling berharga yaitu pikiran. Pikiran juga merupakan sumber kekayaan anda no limit. Tak terbatas. Kekayaan atas nama anda sendiri.

Setiap Manusia atau makhluk yang diciptakan oleh Tuhan sudah pasti disiapkan segala keperluan dan kebutuhan nya dari A – Z. Dari lahir hingga liang lahat.

Bagi orang beriman tentu sangat yakin dan hidupnya pasti tenang. Tanpa di guyuh guyuh oleh kacaunya dunia. Karena semua yang sudah, sedang dan akan terjadi sudah tertulis dalam buku TakdirNya. Tugas kita sebenarnya adalah hanyalah beribadah dan menjadi HambaNya yang sejati.

Lalu bagaimana caranya melepaskan memori pikiran yang membelenggu itu? Saya punya pengalaman ikut pelatihan meditasi. Untuk bisa melepaskan memori yang membelenggu cukup dengan laku rutin meditasi atau zikir secara Istiqomah. Jangan sekali-kali ingin membuang dengan paksa. Semakin kuat keinginan kita membuang secara paksa akan semakin dalam dan kuat memori yang membelenggu itu menghujam. Cukup perhatikan saja. Hingga lepas sendiri. Nikmati saja prosesnya. Sangat menyenangkan koq.

Komentar dibawah ini