Membangun Branding & Paradigma Publik Tentang Profesi Apoteker Melalui Buku

0
2

Bedah Buku “Story About Pharmacy, Curhatan (Ilmiah) Apoteker”

 

Oleh : Yusransyah, Tati Rahmawati, Sofi Nurmay Stiani

Para Penulis adalah : Apoteker, Dosen dan penulis buku “Story About Pharmacy, Curhatan (Ilmiah) Apoteker”

 

 

Sejak viralnya serial Jepang Unsung Cinderela tentang peran Apoteker di Rumah Sakit (RS), membuat para penulis lebih bersemangat untuk me-release tulisan – tulisan lawas kami untuk dijadikan sebuah buku bacaan yang unik dengan tujuan yang sama yaitu Branding Profesi Apoteker.

Berada di garis depan pelayanan, bertatap muka langsung dengan pelanggan maupun pasien membuat para penulis menemukan banyak hal. Tanpa disaadari hal-hal ini pada akhirnya melatih kepekaan, ketelitian, cara berbicara, membuka telinga, bersikap bahkan dalam mengambil sebuah keputusan. Rumah sakit dan apotek adalah tempat saya mengasah itu semua.

Cerita ini bisa jadi sederhana, bahkan teman-teman sejawat lain pun ada yang mengalami. Namun dibalik kesederhanaan cerita ini, saya akhirnya menemukan alasan-alasan yang menguatkan, bahwa pilihan saya berada di garis depan pelayanan tidak boleh saya tinggalkan. Ada yang merasa bahagia, ketika kesulitannya terbantu dan tentu saja ada yang lebih bahagia ketika dapat membantu.

Kebahagiaan ini pula yang akhirnya membuat aneka kejadian yang saya alami, menjadi catatan kehidupan yang coba ditularkan kepada teman-teman melalui sebuah buku. Berkolaborasi dengan Pak Yusransyah dan Ibu Sofi Nurmay Stiani membuat buku ini tidak hanya sekadar curhatan, namun ada pengetahuan lain yang menambah wawasan, mengingatkan kembali tentang ilmu kefarmasian yang ujungnya akan membantu kita dalam melakukan praktik. Bukankah semua harus dilandasi dengan keilmuan? salah satu ciri seorang farmasis.

Semoga catatan kecil ini bisa membuat kita mengingat kembali. Berada di garis depan pelayanan adalah salah satu cara belajar yang tidak berkesudahan, hadirkan diri juga hati untuk membantu masyarakat.

Buku “Story About Pharmacy, Curhatan (Ilmiah) Apoteker” merupakan kumpulan kisah pendek tentang dunia farmasi yang berujung lucu, konyol, bahkan juga ada yang membuat jantung berdegup kencang ketika terbayang hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi, yang muncul akibat dari ketidaktahuan masyarakat. Hal inilah yang menjadi inspirasi para penulis untuk menyusun buku ini, dengan tujuan agar kita lebih peduli terhadap kesehatan masyarakat.

Di Amerika pernah terungkap bahwa kesalahan penggunaan obat mencapai 500.000 kali kesalahan dalam setahun. Bagaimana dengan negara kita? Telaah tentang hal ini memang masih sangat kurang. Namun sebuah riset menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang menyimpan obat sisa berupa antibiotik di rumah. Obat yang seharusnya tak bersisa. Kesalahan ini bukan semata kurangnya kesadaran masyarakat. Kita (tenaga kefarmasian) sebagai sumber informasi pun pada faktanya ikut menjadi penyumbang terjadinya kesalahan tersebut.

Buku ini juga membahas artikel tentang praktik kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan primer, tentang penyakit, tentang peristiwa unik, dan juga informasi penting dari obat-obatan.

Buku ini akan mengajak para tenaga farmasi untuk lebih peduli dan “menghadirkan hati” dalam memberikan pelayanan. Jangan membiarkan pasien pergi begitu saja ketika mereka tidak mendapatkan sesuatu yang dicari, lebih banyak dengarkan keluhannya sebelum memutuskan sesuatu. Pelit akan informasi membuat celah sebuah kesalahan. Begitu pula sebagai konsumen atau pasien jangan pernah segan, malu atau pun takut bertanya kepada dokter maupun apoteker. Gunakan hak Anda. Lewat buku ini kita akan banyak belajar tanpa mengerutkan kening karena disajikan dengan ringan namun tetap bernilai edukasi.

Para penulis juga berharap buku ini dapat memotivasi dan melecutkan semangat para calon Apoteker untuk menghadapi tantangan saat mereka praktik nanti, khususnya di apotek, bagaimana apoteker harus “menghadirkan hati” dan selalu bahagia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, terutama dalam hal pelayanan farmasi kepada pasien atau masyarakat.

Selamat membaca. Semoga buku dengan 112 halaman ini dapat menjadi salah satu alat ungkit untuk terus berpraktik, pemberi solusi bukan hanya sekadar informasi dan mari berbahagia menjadi apoteker.

 

Komentar dibawah ini