Membedah LGBT dari Perspektif Kesehatan

0
107

Pandeglang, Badakpos.com – Dewasa ini, studi-studi akademis mengenai fenomena LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender telah semakin ramai. Selain secara kesehatan dapat menular LGBT pun dipicu oleh banyaknya fenomena pemberitaan maupun aktivitas dari anggota LGBT itu sendiri, hal tersebut disampaikan dalam seminar yang dilaksanakan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Pandeglang, yang dilaksanakan di Aula FKIP UNMA Banten (24/2).

Dokter Achmad chubaesi, selaku pemateri seminar LGBT menyampaikan, secara perspektif kesehatan sangat berkaitan erat, para ahli sudah memyapakati bahwa LGBT adalah penyakit menular berbahaya melalui sistem stimulasi otak.

PFC atau Pre Frontal Cortex, adalah bagian Otak dalam tubuh manusia dan merupakan unsur paling penting, tepat di bagian tengah atas otak ada bagian yang paling istimewa, PFC berfungsi seperti pemimpin. PFC-lah yang melakukan fungsi konsentrasi, memahami benar dan salah, mengenadalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan. Dengan kata lain semua fungsi pertimbangan dan pengambilan keputusan ada pada PFC. PFC-lah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial.

Chubaesi menambahkan bahwa PFC adalah bagian otak yang paling mudah rusak. Mengingat fungsi yang sangat luar biasa pada PFC, kerusakan pada PFC akan mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Penyebab kerusakan PFC adalah benturan fisik dan zat narkotika, psikotropika, dan zat additive NAPZA. Dari kedua kerusakan diatas, rupanya ada penyebab kerusakan lain yang paling hebat merusak PFC yaitu pornografi atau narkolema (narkotika lewat mata).

Dokter Ahli Rehab Medik ini mengakhiri pemaparannya dengan menyimpulkan bahwa, “inilah mengapa LGBT ini disepakati menjadi sebuah penyakit menular, karena melalui PFC rangsangan penyimpangan seksual ini menyebar dan menular”.(BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here