Memeriahkan Harganas, Puskesmas Carita Berikan Pelayanan Ratusan Akseptor

Pandeglang, Badakpos.com – UPT Puskesmas Carita sambut hari keluarga nasional (Harganas) ke -27 dan hari jadi ikatan bidan indonesia (IBI) yang ke-69 dengan memberikan pelayanan bagi ratusan akseptor dari berbagai desa yang ada di wilayah kecamatan Carita, berdasarkan pantauan Badakpos.com pada senin (29/6/2020).

Dan pada agenda itu, dihadiri oleh camat Carita dan ketua penggerak PKK tingkat kecamatan, juga tentunya koordinator penyuluh KB kecamatan Carita.

Sementara camat Carita, Marda dalam sambutan mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi kepada Kapus puskesmas Carita dan korluh KB atas kerjasamanya, sehingga agenda menyambut Harganas dan hari jadi IBI bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

Adapun Korluh KB bernama Maesaroh menuturkan, bahwa dalam menyambut Harganas ke-XXVII dan hari IBI ke-69, pihaknya bersama UPT Puskesmas Carita berikan pelayanan ke sekitar 217 orang akseptor dari berbagai desa yang ada di wilayah kecamatan Carita.

Masih dikatakan Korluh KB, “warga dengan suka rela dan tanpa ada paksaan untuk menjadi Akseptor KB,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kapus Carita bernama Tien Sulaisiah mengatakan, bahwa momen hari ini bertepatan dengan Harganas ke-XXVII dan hari jadi IBI ke -69 ,adapun rincian warga yang akan memasang IUD dan inplan sebanyak 20 orang, untuk pil dan kondom sekitar 133 orang dan suntik ada 65 orang.

Ditambahkan Kapus, bahwa dalam menyambut Harganas ke XXVII bertemakan”mari sukseskan pelayanan KB serentak sejuta akseptor “.

Masih dikatakan Kapus Carita, bahwa puskesmas Carita mempunyai banyak bidan yang handal, juga dalam HUT IBI ke-69 dan Harganas ke XXVII eksenya semua bidan yang ada di wilayah kecamatan Carita, “baik yang praktik mandiri atau bidan yang ada di UPT puskesmas harus memberikan pelayanan KB sesuai dengan tema.Dan para bidan harus benar- benar memberikan pelayanan secara maksimal dan berkualitas, terutama pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB, harap Kapus Carita.

Dilanjutkan Kapus Carita, di masa pandemik covid-19 ini sebaiknya warga untuk menjarangkan kehamilan, “ia juga menghimbau ke warga atau pengunjung ke puskesmas selalu patuhi protokol kesehatan yaitu, gunakan masker, hindari kerumunan atau jaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya.

Adapun salah satu warga dari desa Sukarame, Ipat patimah mengatakan, bahwa ia untuk jadi akseptor KB secara sukarela, ini salah satu upaya untuk menjarangkan anak, ia saat ini sudah punya dua orang anak, dengan cara ikut jadi akseptor KB supaya bisa memudahkan perawatan terhadap anak juga dalam bidang beban atau biaya pendidikan, ia akan memasang KB inplan jarak atau masa sekitar 3 tahun, “kan itu ada cukup jarak jika sudah dicabut iplan pada 3 tahun mendatang,” tutupnya. (BP1).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *