Menggerus Obat Sebelum Diminum, Boleh Gak Sih?

0
7

Oleh : Siti Iklima Widianingsih

Penulis adalah : Mahasiswi STIKes Salsabila Serang

 

Beberapa waktu lalu, beredar sebuah unggahan di media sosial mengenai kebiasaan mengkonsumsi obat dengan cara digerus atau mengeluarkan obat dari cangkang kapsulnya. Ternyata tidak boleh menggerus obat sebelum diminum, demikian penjelasan yang dikutip dari BPOM.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengatakan, obat diformulasikan atau dibuat dalam bentuk tertentu dengan tujuan menjamin keamanan, khasiat dan mutu obat tersebut ketika dikonsumsi. Penggerusan obat atau pelepasan obat dari cangkang kapsulnya, termasuk ke dalam proses perubahan bentuk sediaan obat. Bisa menyebabkan penurunan terhadap mutu obat untuk sediaan tertentu.

Setiap orang punya cara yang beragam ketika minum obat-obatan jenis tablet, kapsul maupun kaplet. Ada yang diminumnya harus dengan air, atau diselipkan ke makanan agar rasa pahitnya berkurang, dan ada pula yang menggerus obat supaya mudah ditelan. Namun, tahukah Anda bahwa tidak boleh menggerus ataupun menghancurkan obat, baik itu dalam bentuk tablet, kaplet, kapsul ataupun pil, tanpa adanya persetujuan dari dokter atau petunjuk informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggerusan obat juga akan mempengaruhi mekanisme kerja obat.

Penggerusan merupakan salah satu langkah penting dalam teknologi famasi. Penggerusan ini merupakan proses pengurangan ukuran partikel atau butiran dari zat padat yang selanjutnya akan mempengaruhi luas permukaan, tingkat homogenitas dan juga tingkat kerja optimal dari zat aktif. Mengapa demikian? Suatu zat yang digerus akan mengalami perubahan menjadi bentuk partikel yang lebih kecil atau lebih halus sehingga luas permukaannya akan meningkat. Jika ditambah dengan zat lain pun, maka pencampuran yang merata dan homogen akan mudah tercapai. Peningkatan luas permukaan dan homogenitas zat aktif inilah yang akhirnya akan menentukan kerja optimal suatu obat (Kurniawan, 2009; Lachman, 1988; Voight, 1995).

Apa saja efek samping yang bisa terjadi jika menggerus obat tanpa izin dokter? Beberapa obat tablet atau kapsul memang dirancang untuk berefek dengan cepat setelah dikonsumsi dan ada juga obat yang dirancang untuk berefek secara perlahan, maka dengan menggerus atau membuka isinya bisa membuat obat tidak akan bekerja secara optimal, meningkatkan risiko over dosis, adanya kontaminasi dari luar saat penggerusan obat, keadaan yang tak kunjung membaik setelah mengkonsumsi obat karena efektivitas obat berkurang dan kemungkinan efek samping yang lebih berbahaya lainnya.
Jadi sebaiknya, masyarakat sudah mulai cerdas dalam menggunakan obat.

Pilihlah sediaan obat yang memang sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita. Untuk anak, bisa dipilih bentuk sediaan sirup yang saat ini sudah banyak sekali komposisi yang disesuaikan dengan gejalanya, sehingga tidak perlu membeli beberapa obat untuk digerus atau dicampur bersamaan. Dan sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter serta apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, untuk ketepatan dan tujuan terapi terbaik.

Seiring perkembangan teknologi kesehatan yang semakin canggih, beberapa tablet dilapisi oleh suatu zat yang memudahkan pengguna untuk menelannya dan melindungi obat dari keasaman lambung. Akan tetapi, beberapa obat tablet juga memiliki lapisan yang membuat obat tersebut sulit dihancurkan, sehingga menggerus tablet malah bisa mengiritasi lapisan perut Anda.

Untuk mengetahui mana obat yang boleh digerus dan mana yang tidak, Anda perlu mengetahui dulu jenis pelapis obat yang akan Anda konsumsi.
Tablet tanpa pelapis (uncoated). Obat ini dibuat tanpa pelapis, sehingga memungkinkan untuk digerus. Pasalnya, pembuatan obat jenis ini hanya ditujukan supaya memudahkan pasien untuk menelan.

Obat dengan lapisan gula atau film. Obat jenis ini dilapisi gula untuk untuk mengurasi rasa pahit sehingga membuat obat jadi terasa lebih enak. Penggerusan bisa membuat obat ini terasa sangat pahit dan tidak enak untuk dikonsumsi.
Lapisan enteri. Obat jenis ini tidak boleh dihancukan. Pemberian lapisan pada obat bertujuan untuk menghindari obat pecah di dalam lambung. Penggerusan bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan obat tidak bekerja secara optimal.

Lapisan lepas lambat. Pembuatan obat ini bertujuan untuk memperlambat pelepasan zat aktif dalam obat, sehingga akan mengurangi frekuensi pemakaian obat, misalnya dari 3 kali sehari jadi hanya 1 kali sehari. Obat jenis ini tidak boleh digerus karena akan mempercepat pelepasan obat yang bisa berbahaya.

Jadi, obat seperti apa yang boleh digerus? Berdasarkan penjelasan telah di paparkan di atas, obat yang paling memungkinkan untuk digerus adalah obat yang tanpa penyalutan (uncoated tablet), tapi ingat tidak semua tablet yang tanpa disalut boleh digerus. Obat-obatan jantung seperti tablet digoksin (digoxin) memiliki indeks terapi yang sempit (Jendela terapi yang sempit), yang berarti jika profil farmakokinetika obat berubah karena bentuk sediaan berubah (dari tablet menjadi serbuk), maka kadar obat dalam darah akan berubah. Hal ini dapat menyebabkan suatu obat menjadi toksik atau bahkan tidak berefek.

Merubah bentuk sediaan (termasuk menggerus tablet) mempunyai kemungkinan dampak negatif seperti:
Perubahan karakteristik absorpsi (penyerapan) obat
Contohnya adalah obat sublingual yang digerus. Penyerapan obat dalam tablet sublingual ditujukan pada pembuluh darah yang banyak berada di bawah lidah.

Mengurangi stabilitas produk
contohnya adalah nifedipine (Adalat(r) Oros, Bayer), suatu obat hipertensi. Senyawa aktif ini sensitif terhadap cahaya dan kelembaban, sehingga tablet tidak boleh digerus dan disarankan untuk dibuka dari kemasan saat akan digunakan.

Mengakibatkan efek iritasi
contohnya adalah obat-obatan osteoporosis, seperti alendronate, juga obat antiinflamasi seperti diklofenak.
Rasa pahit yang muncul
contohnya adalah multivitamin, ibuprofen, dll.

Membahayakan Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian, contohnya adalah menggerus methotrexate yang bersifat karsinogenik (memicu kanker), atau gansiklovir yang menyebabkan iritasi kulit.

Komentar dibawah ini