Menguak Makna Tradisi Ketupat Qunut Ramadhan.

0
109

 

Malam ini adalah malam ke 16 Ramadhan, sudah menjadi tradisi warga masyarakat Banten membuat ketupat dan menamai istilahnya Qunutan, tahukah anda Tradisi ketupat (kupat) menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan) yang digunakan oleh sunan kalijaga dalam menyisiarkan ajaran islam dipulau jawa yang pada waktu itu masih banyak menggeser kesakralan ketupat.

Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang Ustadz. Hidayat Rahman mengatakan, ada Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kebiasaan ngunut ini. Pertama, perlu kita ketahui bahwa ramadhan adalah Syahrul ‘Atiyyah bulan berbagi, Allah SWT memerintahkan kita untuk meningkatkan etos sosial dibulan ramadhan. Ujarnya

Lalu, yang kedua, ketupat dan opor ayam yang kita sedekahkan pada orang lain, tetangga, Kaum Duafa atau santri.  hal tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur hal itu tidak salahnya, dan bahkan dianjurkan.

Kedua, filosofi Qunut atau ngunut ini untuk menandai peralihan dari tanggal 15 ke 16 Ramadhan, yang menunjukkan kita telah menjalankan separuh kewajiban ibadah puasa, Menurut Mazhab Syafi’i, mulai 16 Ramadhan kita dianjurkan membaca doa qunut diakhir witir. Terdapat Makna mendalam cerminan kesosialan yang terdapat pada doa Qunut yang kita panjatkan, terlebih dengan kondisi umat islam yang sedang mengalami cobaan, dan qunut ini sebagai alat pemersatunya. Tambahnya (BP1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here