Menjelang Ramadhan- Akankah Rakyat Kuat Menanggung Kenaikan Harga Listrik?

0
12

Pandeglang, Badak Pos – Bulan Suci Ramadhan tinggal hitungan hari, ummat muslim indonesia tengah bersiap menyambutnya hingga idul fitri tiba, dari Sabang sampai Merauke, dari daerah hingga perkotaan.

Seperti sudah menjadi tradisi di negeri ini, setiap menjelang Ramadhan dan idul fitri harga-harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan yang signifikan. Upaya pemerintah untuk menekan kenaikan harga menjelang bulan suci dan perayaan hari raya terkesan belum mencapai hasil yang optimal, entah karena permintaan pasar yang memang meningkat atau permainan para tengkulak pasar.

Untuk tahun ini, selain karena menghadapi perayaan hari besar, maka kenaikan harga kebutuhan pokok juga dapat terpicu oleh kenaikan tarif dasar listrik yang telah ditetapkan pemerintah per 1 Mei yang lalu.

Mimi Sumiati, seorang pedagang kelontong di pasar Pandeglang menyatakan keberatannya atas kebijakan kenaikan TDL menjelang Ramadhan.

“Pasti harga-harga akan naik. Belum lagi sekarang kan mau puasa. Kenaikan harganya bisa tinggi sekali. Berat buat kami sebagai rakyat kecil mah,”ungkap Mimi.

Kekhawatiran senada juga disampaikan Rahmat yang memiliki usaha counter voucher pulsa.

“Seharusnya pemerintah berpikir dulu sebelum menaikkan harga listrik, terutama soal waktunya. Kalau berbarengan dengan memasuki bulan puasa seperti ini pasti dampaknya akan membuat harga-harga jadi melambung tinggi. Kasihan sama rakyat di bawah,” ujar Rahmat kepada Badak Pos.

Secara faktual berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sejak awal Januari TDL telah menyumbang inflasi sebesar 0,30 persen bersama dengan kelompok perumahan, air, gas, dan bahan bakar. (BP2)

[badakpos.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here