MKKS Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional SMA Se – Pandeglang

0
50

Pandeglang, Badakpos.com – Pelaksanaan asesmen nasional untuk sekolah menengah atas se-kabupaten Pandeglang, berlangsung hari ini (selasa, 24/11/2020). Dan bertempat di sekolah menengah atas negeri 7 Pandeglang, yang berlokasi di kecamatan Munjul, berdasarkan informasi yang didapat.

Seperti diketahui, asesmen (assessment-red) adalah upaya untuk mendapatkan data atau informasi, dari proses hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja siswa atau mahasiswa, kelas/mata kuliah, atau program studi dibandingkan terhadap tujuan/kriteria/capaian pembelajaran tertentu.

Sementara, kepala sekolah SMAN 7 Pandeglang, Yatno melalui pesan whatsApp menerangkan, bahwa pemateri sosialisasi asesmen nasional (AN) terdiri dari, Drs Solihin, M. Pd selaku pengawas SMA, Drs H Engkos Kosasih selaku wakil K3S dan Suprianto, M. Pd sebagai sekertaris K3S.

“Dari salah satu pemateri sosialisasi asesmen, ada yang telah menerima sosialisasi asesmen tingkat nasional,” terang Yatno.

Masih dikatakan Yatno, adapun peserta sosialisasi asesmen kali ini, adalah para kepala sekolah dan wakil kepala urusan kurikulum dari 38 SMA negeri maupun swasta yang ada di kabupaten Pandeglang.

Dilanjutkan Yatno, AN terdiri dari beberapa bagian, yaitu asesmen kompetensi minimal (AKM), survay karakter dan survei lingkungan belajar bukan merupakan pengganti UN.

“Adapun AN tingkat SMA untuk tahun 2021 rencana akan dilaksanakan pada bulan maret mendatang, dan setiap sekolah hanya di tunjuk 45 orang siswa kelas Xl(sebelas,red).Sebagai sempel dan nama-namanya di tunjuk langsung oleh Kemdikbud melalui data Dapodik serta seluruh guru di sekolah,” terangnya.

“Tujuan AN bukan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa, tetapi sebagai alat pemetaan, dan untuk perbaikan penyelenggaraan pendidikan,” tutur Yanto.

Adapun hasil AN tidak disampaikan untuk siswa kata Yatno, tetapi untuk sekolah dan pemerintah daerah.

“Sedangkan siswa dan orang tua tidak perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi AN, agar dapat menggambarkan sebenar keadaan kondisi siswa dan sekolah,” tutup Yatno. (BP11).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here