Mudik Lebaran Dilarang, Supir Bus Mengaku Kecewa

0
156

Pandeglang, Badakpos.com-Sejumlah sopir bus di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten, kecewa dengan kebijakan pemerintah yang resmi melarang mudik Lebaran 2021.

Harapan peningkatan pendapatan di saat momen Idulfitri tahun ini pun buyar karena mereka terancam tak bisa beroperasi karena pandemi Covid-19.

“Dengan kebijakan seperti itu tentu berdampak bukan hanya perusahaan tapi kami juga sebagai sopir,” kata Eman (45), sopir bus AKAP jurusan Merak-Yogya, saat ditemui di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Sabtu (10/4).

Eman menerangkan tahun lalu saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pendapatanya menurun drastis hingga 70 persen. Selain itu, dia mengaku bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung diterimanya.

“Kayak tahun kemarin itu kami para sopir merugi. Kami tak dapat bantuan baik dari pemerintah maupun perusahaan. Bantuan hanya sembako dari desa,” ujarnya.

Eman berharap kebijakan pemerintah dapat memberikan relaksasi terhadap moda transportasi bus. Salah satunya tidak menutup akses transportasi secara total.

“Semoga terminal tidak ditutup. Waktu PSBB tahun lalu tetap diperbolehkan jalan dengan protokol ketat, misal kapasitas 40 diisi 20. Kalau ditutup semua susah kami,” kata Eman.

Keluhan serupa juga disampaikan Rudi (52), sopir bus AKDP Serang-Cibaliung. Rudi mengaku hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan yang telah ditelurkan pemerintah.

“Kalau saya hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Kalau pemerintah inginnya kayak gitu, ya saya ikuti saja lah, bagaimana pemerintah saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, Rudi mengaku kecewa dengan kebijakan pelarangan mudik karena bakal menurunkan pendapatan dirinya dan sejumlah rekan-rekan yang memang mencari nafkah di jalan tersebut.

“Ya bagaimana lagi. Aturan dari pemerintahnya gitu, ya kita ikutin saja lah,” ungkapnya. (BP2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here