Nafkahi Ibu Dari Berjualan Kantong Kresek

0
41

Pandeglang, Badakpos.com – Dedi Junaedi (38 th) warga Kampung Pabuaran, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang seorang penjual kantong kresek (kantong pelastik) di seputaran Alun-alun Pandeglang. Untuk sampai kelokasi berjualan, Dedi harus berjalan kaki berpuluh-puluh kilo sambil mendorong sepeda.

Hal ini terungkap, saat Dedi ditemui pihak wartawan Badakpos.com diperjalanan ketika hendak berjualan pelastik, Kamis (1/6).

Dedi menuturkan, dirinya berjualan kantong keresek baru dua tahun demi mendapatkan uang recehan untuk menapkahi orangtuanya. Kata Dedi, sebenarnya dia merasa capek berjualan seperti ini, namun tidak ada lagi yang dapat ia lakukan selain berjualan kantong pelastik.

“(Kalo memang ada yang mau memberikan pekerjaan yang lebih enak seperti pembantu rumah tangga, saya senang banget),” ungkapnya.

Dedi juga membeberkan, kalau saat ini dia tinggal hanya berdua dengan orang tua nya. Oleh sebab itu, dia (Dedi-red) harus banting tulang untuk dapat menghidupi ibu nya.

“(Kalau saya ga jualan, ibu ga bisa makan karena bapa udah tiada. Sehari paling dapat sepuluh sampai dua puluh ribu, kadang ga laku sama sekali),” ucapnya.

Sepeda yang ia miliki, tidak dapat digunakan untuk mengantarkan jualannya, karena selain wilayah Pandeglang dataran tinggi, sepedanyapun sudah tua. Untuk itu, terkadang capek dirasakan oleh Dedi, karena kalau ada jalan yang menanjak suka kerepotan harus mendorong sepeda.

“Pengen banget punya motor, biar bisa berjualan nyaman, dan bawa kantong kreseknya bisa lebih banyak,” harapnya. (BP3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here