Naik “Getek”, Tembus Pelosok Desa Untuk “Bukber”

Pandeglang, Badakpos.com – Wujudkan harapan para kaum dhuafa, tim  Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (Laz Harfa) Banten rela menembus peloksok desa terpencil dengan naik getek dan jalan terjal untuk Buka Puada Bersama (Bukber) bersama masayarakat (25/5).

LAZ Harfa yang juga sebagai Lembaga non profit asal Banten penghimpun dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial lainnya memiliki tujuan mulia dalam bukber ramadhan kali ini, yaitu menyampaikan amanat dari donatur sekaligus bersilaturahmi dengan warga desa binaan Harfa, tepatnya di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan Bukber ini dilaksanakan diikuti oleh 36 KK (Kepala Keluarga) yang diantaranya hadir tokoh masyarakat setempat. Desa Sorongan sendiri merupakan Desa binaan dari LAZ Harfa, dan di KP.

Koordinator fasilitator lapangan Laz Harfa Supriyadi, memyampaikan, Batu Payung saat ini 85% masyarakatnya sudah menggunakan cubluk sebagai tempat untuk pembuangan air dan akan berangsur-angsur beralih menggunakan jamban, yang sebelumnya masih “Dolbon” atau modol di kebon, semenjak LAZ Harfa datang perilaku tersebut menjadi berubah ke arah yang lebih baik lagi.

“Tujuan diadakannya bukber ini yaitu untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat di pelosok desa dengan LAZ Harfa dan tentu mewujudkan harapan para kaum dhuafa untuk bisa merasakan berbuka puasa dengan berbeda dan penuh kebahagiaan”, ujar pria yang akrab di sapa Supri.

Supri juga menambahkan, Semua kalangan baik bapak-bapak, anak-anak dan ibu-ibu menyambut dengan penuh antusias acara bukber ini, sebab jarang sekali ada acara kumpul buka bersama-sama seperti ini.

“Alhamdulillah dapat mempererat persaudaraan ini dengan adanya Bukber, hal ini selain bertujuan untuk silaturahmi juga agar masyakarat setempat dapat semakin mengenal dan dekat dengan para Field Facilitator (Pendamping Desa) yang sengaja diutus oleh LAZ Harfa di pelosok-pelosok desa di Banten”, imbuh supri.

masih kata Supri, “Untuk dapat sampai ke pedesaan, rute yang dilalui cukup jauh dan juga terjal. Melewati hutan-hutan lalu harus menyebrangi sungai menggunakan ‘getek’ yang kondisinya sudah mulai rapuh apalagi jika musim hujan maka getek jarang digunakan, Tak cukup disitu, kita harus melewati rimbunnya hutan kembali. Begitulah yang harus masyarakat lakukan setiap saatnya jika hendak keluar dari kampungnya. Bahkan beberapa diantara mereka tak pernah mengenal bagaimana wujud pusat kota”, papar Supri.

Selain itu, menurut pantauan tim Laz Harfa, pengadaan listrik di desa tersebut juga baru dilakukan baru-baru ini, sebelumnya mereka hanya menggunakan lampu petromax sebagai alat penerangan, bahkan yang lebih mirisnya adalah mereka tak pernah bisa merasakan makanan yang enak dan nikmat setiap saatnya. Rata-rata masyarakat juga hanya menjadi seorang petani sehingga penghasilannya sehari-hari tak menentu, ditambah kondisi jalan yang jauh dan banyak halang rintangnya.

Sutisna, salah satu penerima manfaat mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur sekali dengan adanya buka puasa bersama yang di gagas Laz Harfa.

“Alhamdulillah, terimakasih (Tim Laz Harfa) sudah mau pada kesini jauh-jauh dari kota, maaf kami disini nggak bisa balas apa-apa Cuma bisa ngedoain biar dikasih selamat, dijauhkan dari marabahaya dan dilindungi sama gusti Allah,” ungkap Sutisna seraya berdoa.

Masih dilokasi yang sama, Inah yang juga warga penerima manfaat mengungkapkan kesenanganya atas kedatangan tamu dari Laz Harfa, dapat melaksanakan bukber dengan keluarga mereka.

“Seneng banget pada rame-rame kesini, biasanya kita buka puasa mah seadanya aja, soalnya kalo mau makanan enak harus ke pasar, pasarnya jauh di cibaliung, makan ayam pun jarang paling pas lebaran aja itu kita bisa makan, bersyukur banget sekarang bisa ngerasain buka puasa bareng disini sama warga semuanya dan sama LAZ Harfa, terimakasih LAZ Harfa dan juga para donaturnya” tutur Inah. (BP1).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *