OKP Sayap Ormas NU, Muhamadiyah & Mathla’ul Anwar Tolak Hasil Musda KNPI Pandeglang

0
5

Pandeglang, Badakpos.com – Organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) sayap organisasi kemasyarakatan (Ormas)  Nahdatul Ulama, Muhamadiah, dan Mathlaul Anwar di Kabupaten Pandeglang kompak menolak hasil musyawarah daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pandeglang.

Penolakan tersebut didasari banyaknya kejanggalan yang dilakukan oleh Panitia pelaksana musda KNPI XV yang dilaksankan pada minggu (26/7), di Aula PKPRI Pandeglang. salah satunya perifikasi oraginasi Kepemudaan dan kepengurusan KNPI Kecamatan.

Lukman Nulhakim Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pandeglang mengatakan apa yang dilakukan oleh panitia sudah mencederai organisasi kepemudaan yang selama ini aktif melakukan kegiatan kepemudaan. Panitia sudah tidak bersikap profesional dan banyak merugikan organisasi kepemudaan lainya.

“Panitia sudah tidak steril karena merangkap menjadi tim pemenangan salahsatu calon. Banyak okp-okp dadakan yang dibuat, bahkan ada organisasi kepemudaan yang diduga SK nyah di palsukan sehingga bentrok kepengurusan di arena. Oleh karena itu kami menolak hasil musda,” tegasnya.

Ilma Fatwa Ketua Pemuda Muhamadiah Pandeglang mengatakan panitia sudah banyak keluar dari aturan, sebenarnya ada dan tidak adanya KNPI organiasi kami berjalan terus, tapi ketika KNPI organiasi yang membawahi OKP ini sudah tidak steril dari sejumlah kepentingan dirinya tidak akan diam. Ia melihat bahwa panitia sudah tidak steril, harusnya pengurus KNPI provinsi bisa melihat itu.

“Banyak OKP yang tidak jelas masuk, tanpa ada perifikasi yang jelas sebagai peserta dalam acara musda lebih mirisnya lagi diduga hal ini dibuat oleh kelompok panitia. Kerena itu kami menolak dan menganggap musda KNPI itu gagal harus diulang,” tegasnya.

Hal yang sama juga dikatan Irwandi dari perwakilan OKP sayap Mathla”ul Anwar, mengatakan panitia sudah tidak netral dan independen namun cenderung berpihak pada salahsatu calon, ditengarai pengurus provinsi juga ikut berpihak, salah satunya meloloskan musda tanpa ada perifikasi OKP, serta mengabaikan kepentingan aspirasi Pemuda Pandeglang.

“Pengurus provinsi harus tahu aturan organiasi jangan hanya mengedepankan kepentingan semata. Jangan sampai KNPI yang menjadi berhimpunnya para pemuda ini rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (BP11).

Komentar dibawah ini