Organisasi Pemuda Lintas Agama Serukan Masyarakat Jaga Kerukunan

0
0

 

Jakarta, Badakpos.com – Sebelas organisasi pemuda lintas agama menghimpun diri dan menyerukan masyarakat agar mejaga kerukunan, yang kian memprihatinkan, terutama terkait persoalan intoleransi yang sering terjadi akhir akhir ini, baik di dalam maupun luar negeri.

Acara tersebut digelar di Sekretariat Peradah, Jl. Sawah Lunto, No. 50, Pasar Manggis, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Intoleransi yang dimaksud, diantaranya adalah, persoalan pelarangan pembangunan rumah ibadah di Karimun dan Minahas Utara, serta konflik antar agama di India.

Untuk itu, organisasi pemuda yang terdiri dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Peradah, Gemabudhi, GEMA Mathla’ul Anwar, Gemaku, IPTI, Gemapakti, Pemuda Nahdlatul Wathan, dan GAMKI, menyatakan sikap yang tertuang dalam lima butir penyataan.

Pertama, menyatakan keprihatinan atas konflik antar agama yang terjadi di India yang telah menelan korban puluhan jiwa. Meminta Pemerintah India untuk tidak membuat kebijakan diskriminatif yang dapat menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.

Kedua, mengajak pemimpin, negara, dan masyarakat dunia untuk berkomitmen menjadikan bumi sebagai rumah bersama bagi setiap agama, etnis, suku, dan golongan. Alasannya, masyarakat harus bekerjasama membangun budaya toleransi dan inklusif, menghentikan peperangan dan konflik yang menyebabkan pertumpahan darah.

Ketiga, menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan persoalan konflik antar agama yang terjadi di India dan tetap menjalin silaturahmi diantara masyarakat yang berbeda suku, agama, etnis, dan golongan. Pemerintah Indonesia harus selalu bersikap adil dan berdiri di atas semua golongan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian bangsa.

Keempat, mendukung Pemerintah Indonesia dan aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok-kelompok intoleran. Jika diperlukan agar melakukan tindakan tegas, apabila ada yang berusaha menyebarkan ujaran kebencian, memprovokasi, serta mengganggu kebebasan beribadah dan kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Kelima, Mengajak semua anggota dan pengurus GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, GEMA Mathla’ul Anwar, Gemaku, Peradah, Gemabudhi, IPTI, Gemapakti, Pemuda Nahdlatul Wathan, GAMKI, dan organisasi kepemudaan lainnya di pusat maupun daerah untuk menjalin persaudaraan, saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam mencegah terjadinya konflik, mendorong koeksistensi, serta menjaga kebebasan beribadah dan kerukunan bagi setiap pemeluk agama di Indonesia.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto, mengatakan, pernyataan sikap ini dilakukan sebagai respons atas persoalan intoleransi yang terjadi beberapa waktu ini di dalam maupun luar negeri, antara lain persoalan pelarangan pembangunan rumah ibadah di Karimun dan Minahasa Utara, serta konflik antar agama di India.

“Kami, sebelas organisasi kepemudaan lintas agama menyampaikan pernyataan sikap untuk menyikapi situasi terkini,” kata Cak Nanto, Rabu (4/3).

Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, I Gede Ariawan menekankan ada beberapa poin pokok yang disampaikan oleh pihaknya dalam pernyataan sikap ini. Yang pertama yakni menyatakan keprihatinan atas konflik antar agama yang terjadi di India yang telah menelan korban puluhan jiwa.

“Kita meminta pemerintah India untuk tidak membuat kebijakan diskriminatif yang dapat menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujar I Gede Ariawan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi menegaskan, bahwa untuk meminimalisir terjadi nya tindakan Intoleransi, diperlukan kerjasama semua pihak untuk terus menjadi cooling system di tengah masyarakat.

“Kita semua harus menjadi cooling system ditengah tengah masyarakat, agar setiap upaya provokasi dapat yang bertujuan memecah belah persatuan dimasyarakat dapat dicegah”, ungkap Nawawi.

Kami juga mendukung tindakan tegas aparat penegak hukum terhadap individu dan kelompok yang terbukti melakukan hasutan dan tindakan intoleransi yang dapat memicu perpecahan dan mengganggu persatuan bangsa, ujar Nawawi.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin Margaret Natasa, Ketua Umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi, Ketua Umum DPN Peradah, I Gede Ariawan, Ketua Umum DPP Gemabudhi, Bambang Patijaya, Ketua Umum PP Gemaku, Kris Tan, Ketua Umum DPP IPTI, Ardy Susanto, Ketua Umum DPP Gemapakti, Asmat Susanto, Ketua Umum PP Pemuda Nahdlatul Wathan, Muhammad Halqi
dan Ketua Umum DPP GAMKI, Wilem Wandik. (BP1).

Komentar dibawah ini