PANDEGLANG DALAM HARAPAN

0
27

Oleh: Milla Fadhlia

Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pandeglang telah mengantarkan petahana kembali menduduki kursi jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2026 bagi pasangan Irna Narulita Dimyati dan Tanto Warsono Arban mengalahkan lawan politiknya pasangan Thoni Fathoni Mukson dan Miftahul Tamamy. Pasangan Irna-Tanto yang unggul di 34 Kecamatan dari jumlah 35 Kecamatan ini akan dilantik pada tanggal 26 April 2021 secara virtual dan secara hybrid.
Mekanisme secara virtual mengacu pada surat Menteri Dalam Negeri Nomor 131/966/OTDA tanggal 15 Februari 2021 Hal Pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota melalui media teleconference dan/atau Video Conference sedangkan mekanisme pelantikan secara Hybrid dilakukan di Kantor Guberbur hanya dihadiri oleh pasangan Calon terpilih dan suami/istri.
Terpilihnya kembali pasangan Irna Narulita Dimyati dan Tanto Warsono Arban ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Pandeglang masih tinggi. Sekalipun banyak pihak yang mencoba meyakinkan masyarakat akan kegagalan Bupati Irna Narulita namun ternyata tak sampai menggoyahkan keyakinan masyarakat untuk tetap kembali memilih petahana. Setiap orang memang memiliki pandangan yang berbeda dalam menentukan pilihannya namun apapun itu, semua masyarakat Pandeglang harus menerima atas kemenangan pasangan Irna-Tanto dan mendukung program Pembangunan yang akan dilaksanakan.
Dalam setiap sambutannya diberbagai acara, Bupati Irna selalu menyampaikan bahwa beliau sangat menyadari pembangunan di Pandeglang belum merata dan belum tuntas. Lima tahun pertama adalah waktu yang dirasa cukup singkat untuk menyelesaikan pembangunan di berbagai bidang. Karena itu, dengan semangat dan niat yang kuat beliau selalu menyampaikan bahwa di periode kedua ini akan melanjutkan pembangunan secara merata dan tuntas.
Pembangunan di Pandeglang memang harus dilaksanakan sesegera mungkin karena masyarakat Pandeglang sangat ingin merasakan adanya pembangunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya. Sejak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia menetapkan Kabupaten Pandeglang terlepas dari kategori Kabupaten tertinggal melalui Surat Keputusan Menteri Desa nomor 79 tahun 2019, upaya mengentaskan kemiskinan merupakan salahsatu program prioritas Bupati Pandeglang. Hal ini diungkapkan tidak hanya pada saat beliau menjabat sebagai Bupati tetapi juga pada saat kampanye penyampaian visi-misi.
Berdasarkan dokumen visi misi yang disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, pasangan Irna-Tanto mengusung visi: “Pandeglang berkah, berdaya saing dan sejahtera”. Visi mulia ini dijabarkan pada lima point program yang tertuang dalam misinya: (1) Memantapkan infra struktur akses pendidikan, kesehatan dan pusat pertumbuhan ekonomi (2) Mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia (3) Meningkatkan kualitas pelayanan public melalui pemanfaatan teknologi informasi (4) Meningkatkan kemudahan berinvestasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (5) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan nilai tambah sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan sentra industri kecil dan menengah.

Program kerja yang merupakan penjabaran dari visi misi tersebut diharapkan tidak hanya sekedar retorika belaka. Retorika yang hanya manis dibibir sebagai upaya mencari simpati warganya. Dalam dunia politik, retorika memang sangat penting, hal ini dimaksudkan untuk mempengaruhi warga agar bisa mengantarkannya memperoleh kekuasaan yang diinginkan. Sejalan dengan ini seorang filusuf ternama, Plato mengatakan retorika biasanya disebut dialectical rhetorie yang menekankan pada jiwa manusia. Yaitu suatu kemampuan untuk mempengaruhi, mengurangi jiwa manusia secara positif kearah kebenaran dan menegangkan jiwa-jiwa manusia.
Masyarakat Pandeglang tentunya tidak akan menutup mata dengan berbagai persoalan yang dijumpainya. Selama ini, masyarakat Pandeglang khususnya didaerah-daerah pedalaman seringkali mengeluhkan buruknya infrastruktur sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Diberbagai media sosial seringkali dijumpai postingan buruknya infrastruktur padahal disetiap kontestasi pemilihan anggota legislative maupun Kepala Daerah di tingkat Provinsi dan Kabupaten selalu dijanjikan untuk perbaikan bahkan peningkatan dan hal ini selalu berulang dari periode ke periode. Ketika janji diucap ulang itu artinya tidak ada realisasi dari semua yang dijanjikan, bertahun-tahun dibiarkan tanpa pembuktian. Sangat diakui bahwa setiap peserta kontestasi dalam moment pemilihan anggota legislative maupun pilkada memang memiliki daya pikat yang luar biasa dalam berretorika namun masyarakat tidak butuh retorika, sebagus apapun retorika yang disampaikan tidak akan berarti jika yang dijanjikan tidak menjadi kenyataan. Retorika itu penting namun lebih penting realisasi gerakan nyata.
Dalam setiap kunjungan ke beberapa daerah memang seringkali menjumpai buruknya infrastruktur. Sebagai anggota masyarakat tentunya saya juga berfikir dan menagih janji agar jangan sampai petikan lagu : “kau yang berjanji kau yang mengingkari” menjadi ungkapan untuk membully pemberi janji.
Persoalan klasik yang menjadi persoalan yang selalu menarik perhatian warga dan menjadi konsumsi lezat bagi lawan politik memang tidak adanya infrastruktur yang memadai khususnya koneksitas jalan Kabupaten dengan jalan-jalan kampung sehingga berdampak pada tumbuhnya perekonomian. Investor luar juga enggan menanamkan modal karena banyak hal yang tidak bisa dipenuhi.
Selama pemerintahan dipimpin oleh pasangan Bupati Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban memang telah banyak prestasi yang diraih namun hal itu tidak berarti semuanya telah berjalan dengan baik. Masih banyak pembangunan di bidang-bidang lain yang harus dibenahi dan disempurnakan. Isu-isu strategis yang menjadi pokok permasalahan pembangunan di Kabupaten selama ini semoga bisa dijadikan skala prioritas sehingga secara bertahap bisa terbebas dari permasalahan rendahnya kuantitas dan kualitas infra struktur, rendahnya daya dukung wilayah, lemahnya daya saing, rendahnya akses layananan pendidikan dan kesehatan, tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Dimoment peringatan Hari Ulang Tahun Pandeglang pada tanggal 1 April yang genap berusia 147 tahun ini secara pribadi saya beraharap kepada Bupati terpilih agar semua janji-janji manis yang terucap dan tertuang dalam penjabaran misinya benar-benar dapat terealisasi sehingga tidak lagi terdengar keluhan warga akan buruknya infrastruktur, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Untuk mewujudkan itu semua tentu dibutuhkan adanya dukungan dari semua pihak. Dukungan itu akan ada jika hubungan antara birokrasi dengan rakyatnya padu, bukan hubungan yang semu karena dengan berpadunya antara birokrasi dengan rakyat akan membangun mental masyarakat menjadi lebih optimis untuk membangun masa depan daerahnya. Sumber Daya Manusia yang tersedia perlu diberi pelatihan-pelatihan dengan disertai pemantauan lebih lanjut dan pemberian modal yang memadai. Semoga dengan kembalinya petahana memimpin Pandeglang dapat mewujudkan harapan-harapan masyarakat Pandeglang yang selama ini merasa belum terpenuhi sebagaimana janji yang terucap bahwa pembangunan akan dilanjutkan. Pandeglang harus maju, mampu sejajar dan bersaing dengan kabupaten/kota yang lain. Selamat hari jadi Kabupaten Pandeglang, salam cinta dari warga yang rindu kemajuan (Penulis adalah Sekretaris Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pandeglang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here