Pandeglang Dapat Bantuan Hibah Dari Dirjen Perimbangan Keuangan

1
48

Pandeglang, Badakpos.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang mendapatkan bantuan hibah dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan kurang lebih sebesar Rp. 85, 5 miliyar.

Hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang Irna Narulita menandatangani perjanjian hibah daerah program Flood Management In Selected River Basins (FMSRB) tahun 2018, Kamis  Gedung Nagara Dana Rakca Dirjen Perimbangan Jakarta Pusat.

Ada enam daerah yang menjadi pilot project bantuan hibah ini yaitu, Provinsi Banten, Provinsi Maluku, Kabupaten Pandeglang, Serang, Lebak dan Ambon.

Bantuan tersebut merujuk dari surat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan nomor KU. 01. 01-DA/ 456 tanggal 19 Juli 2017 perihal revisi usulan alokasi dan daftar pemerintah daerah penerima hibah bantuan.

Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan Budiarso Teguh Widodo mengatakan, Pelaksanaan hibah ini diperuntukan memper kuat perencanaan penanggulangan dampak banjir yang terjadi di daerah. Kata dia, dampak banjir dapat mengakibatkan hancurnya infrastruktur jalan, gagal panen pada lahan pertanian, tercemarinya air bersih sehingga berdampak pada kesehatan. “Outcome dari bantuan ini salah satunya berkuarng nya resiko banjir dengan target tahun 2022 yaitu terselamatkannya 19 ribu hektar areal pesawahan, dan 22 ribu rumah tangga berkurang dari resiko banjir,” katanya.

Lanjut Budiarso, dana hibah ini bersal dari Pinjaman Luar Negeri (PLN). Dan, setiap bantuan hibah menurutnya memiliki memiliki dua tujuan utama, meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. “Jelas dampak dari banjir ini rusaknya infrastruktur jalan dan lainnya yang menghambat pelayanan serta mengganggu kesehatan. Jadi dana hibah ini diharapkan dapan mengurangi resiko yang terjadi akibat dampak banjir,” ungkapnya.

Budiarso menambahkan, jika banjir yang terjadi dapat diakibatkan berbagai faktor diantaranya kurang optimalnya dalam pengelolaan sungai. Karena, saat ini kapasitas pengelolaan wilayah sungai masih terbilang rendah, baik di kota maupun di desa. “Dalam penanggulangan akibat banjir yang terjadi, pihak pemda dapat menggunakan anggaran hibah yang saat ini digulirkan untuk memberikan kelancaran dalam pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, dengan bantuan hibah ini diharapkan dapat menanggulangi dampak banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Pandeglang. “Kami ucapkan terimakasih kepada pihak pusat terkait bantuan dana hibah ini. Dan kami juga meminta, aliran sungai yang saat ini menjadi penyebab banjir dapat segera ditangani dengan normalisasai aliran sungai,” katanya.

Kata Irna, untuk dana hibah ini merupakan kebijakan Top Down. Jadi, lokasi pelaksanaan kegiatannya sudah ditentukan oleh pihak pusat. “Ada delapan kecamatan yang menjadi lokasi pembangunan khususnya yang masuk kedalam wilayah Ciujung, Cidanau (BBWSC3) yaitu Kecamatan Cadasari, Koroncong, Karangtanjung, Pandeglang, Majasari, Banjar, Kaduhejo, dan Mandalawanngi,” tambahnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here