Pandeglang Dukung Gratieks Talas Beneng Program Prioritas Nasional 

0
13

Pandeglang, Badakpos.com – Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang saat ini tengah giat melakukan penataan usaha pertanian Talas Beneng dari hulu sampai hilir untuk mendukung program Gratieks (Gerakan tiga kali ekspor) yang merupakan program prioritas nasional Kementerian Pertanian (Kementan RI).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, H. Budi S. Januardi, S.Pt., MM mengatakan hal tersebut pada saat acara pertemuan dengan stakeholder yang membahas tentang Strategi Pengembangan Agribisnis Talas Beneng sebagai komoditas unggul lokal mendukung peningkatan ekspor di Kabupaten Pandeglang yang diadakan di Saung Saba Juhut pada Hari Jum’at, 2 Oktober 2020.

Pada acara tersebut hadir dari berbagai unsur stakeholder yang mewakili Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Pusat, swasta dan masyarakat (petani setempat red) diantaranya Sekretaris Distan Pandeglang, para Kabid, Kasi, Korluh, beberapa OPD di Pemerintahan Kabupaten Pandeglang yakni Dinas Koperasi UMKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan SDM, DPMPD, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon; para petani, Poktan, Gapoktan, Pelaku Usaha, UMKM, perusahaan buyer talas beneng, perbankan: BRI, BJB, BI kantor perwakilan Banten serta dari Kementan yakni perwakilan Ditjen Tanaman Pangandan Ditjen Pra Sarana Pertanian (PSP)

Pertemuan tersebut selain untuk mendukung ketercapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Pandeglang dan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang serta Program Gratieks, juga merupakan rangkaian dari implementasi kepemimpinan proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) TK II yang tengah diikuti oleh Kadistan.

Pada paparannya, Kadis Pertanian Kabupaten Pandeglang H. Budi S Januardi, S.Pt., MM menjelaskan bahwa Talas Beneng (Beuneur jeung Koneng atau dalam bahasa Indonesia Besar dan Kuning) merupakan ikon Kabupaten Pandeglang yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian sebagai komoditas unggul lokal Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan menjadi komoditas ekspor dari Kabupaten Pandeglang untuk 5 tahun ke depan.

“Talas beneng memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang semua bagiannya bernilai ekonomi, bisa tumbuh di lahan apapun termasuk di bawah tegakan pohon, tidak mengenal musim dan tidak mengenal masa kadaluarsa panen, layak sebagai pangan alternatif pengganti nasi, daunnya dapat diolah seperti tembakau yang zero nikotin,” kata Budi S Januari menjelaskan.

Budi mengungkapkan, permintaan pasar atas komoditas talas beneng, baik dalam negeri maupun luar negeri sangat tinggi, namun demikian diakui hingga saat ini permintaan tersebut belum bisa terpenuhi semua karena masih terbatasnya jumlah pasokan bahan baku.

Selanjutnya Kadistan juga menjelaskan tentang beberapa strategi yang akan dilakukan dalam penataan agribisnis Talas Beneng untuk mengatasi gap antara penawaran dan permintaan yaitu melalui penguatan kelembagaan dengan dibentuknya Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng Kabupaten Pandeglang, penguatan usaha berbasis Korporasi petani dengan akan dibentuknya koperasi, Kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak termasuk MoU (kerjasama dan kemitraan) dengan buyer dan eksportir serta pendampingan para pelaku utama dan pelaku usaha oleh para PPL dan Balai pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Banten dalam penerapan teknologi pertanian.

“Dari sisi hulu (on farm) akan diperkuat masalah perbibitan agar bibit talas beneng dapat disertifikat pelabelan bibitnya, kemudian perluasan penanaman sehingga tersebar di 35 kecamatan, pada sisi hilirnya (off farm) melalui diversifikasi produk hasil olahan yang akan dipasarkan melalui market-place,” imbuhnya.

Dukungan ekspor juga disampaikan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon bahwa untuk Gratieks pihaknya akan memilih beberapa desa sebagai lokasi Desa Gratieks dan ekspor dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sementara dukungan untuk pemasaran produk dan pembiayaan disampaikan oleh Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP Kementerian Pertanian.

Di akhir acara selain diskusi dan tanya jawab, juga dilakukan penandatanganan dukungan stakeholder, berita acara segmentasi usaha talas beneng dan berita acara pembentukan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng Kabupaten Pandeglang. Juga dibagikan beberapa bibit talas beneng kepada para peserta yang hadir, sebagai sebuah gerakan untuk mencintai dan memperluas pertanaman talas beneng.

“Semoga pertemuan dengan stakeholder tersebut bisa membangun pemahaman dan dukungan bersama untuk pengembangan agribisnis Talas Beneng sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat dan perekonomian di Kabupaten Pandeglang lebih menggeliat lagi,” pungkas Budi. (BP1).

Komentar dibawah ini