Pandeglang Kudu Kumaha?, Jurnalis, Mahasiswa, Hingga Tokoh Masyarakat Beri Masukan

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Ngobrol Politik (Ngopi) yang di gagas PKS Pandeglang, di Hotel S’Rizky (8/3), dengan tema Pandeglang kudu kumaha, mendapat respon yang beragam dari berbagai kalangan, terutama mendapatkan komentar dari Jurnalis, Mahasiswa hingga tokoh masyarakat Pandeglang.

Salah satunya mewakili jurnalis Pandeglang, Agus Lani, memberikan kritikan kepada Pemerintah Pandeglang, terutama soal PAD, dan Pariwisata.

Berbicara soal PAD Pandeglang yang berasal salah satunya dari sektor Pariwisata, Agus menilai, Pandeglang masih belum konsisten soal itu (pariwisata-red).

“Hal itu dibuktikan dengan ketidak jelasan status wisata gunung pulosari, yang sampai saat ini masih ditutup sudah hampir satu tahun,” ujar pria yang juga sebagai Wakil ketua Serikat Media Siberl Indonesia (SMSI) Kabupaten Pandeglang.

“Padahal, dulu gunung pulosari ramai dikunjungi setiap sabtu dan minggu oleh wisatawan, dan itu menjadi salah satu potensi untuk PAD”, tutur Agus Lani.

Selain itu Agus Lani juga menyinggung soal adanya ketimpangan wilayah pariwisata, antara pariwisata KEK dan pariwisata non KEK.

Perwakilan HMI Komisariat Mahasiswa Stisip Banten Raya menyampaikan, bahwa, Siapapun nanti yang terpilih akan melanjutkan, “jangan berbicara soal solusi, tapi bagaimana menjalankan soslusi itu sendiri, yang biasanya memiliki titik permasalahanya dan hambatan”, ujarnya.

Sementara, Perwakilan tokoh masyarakat Dadi Supriadi mengomentari terkait perencanaan, menurut Dadi Pandeglang ada kesalahan dalam menempatkan prioritas perencanaan. (BP1).

Komentar dibawah ini