Panen Gunakan Combine, Jadi Tontonan Warga.

0
0

Pandeglang, Badakpos.com – Jarang sekali melihat ketika panen padi di sawah gunakan combine (mesin pemetik padi), biasanya menggunakan tenaga manusia secara manual atau biasa disebut tukang arit, dikatakan Dulhak salah satu warga sekitar kecamatan Carita pada minggu (7/6/2020).

Berdasarkan pantauan Badakpos.com, bahwa pada saat ini kebanyakan petani di wilayah kecamatan Carita sedang mengolah lahan sawah, tetapi beda dengan salah satu petani bernama Ajay sedang melakukan panen padi hasil jerih payah selama ini .

Masih dikatakan Dulhak, ternyata saat memerik padi menggunakan mesin atau combine, bisa menjadi tontonan bagi warga yang melintas di area tersebut, pungkasnya.

Ditempat yang sama, petani yang sedang melaksanakan panen padi bernama Ajay menuturkan, biasanya ia selalu menggunakan tenaga manusia secara manual saat panen padi, “berhubung kekurangan tenaga manusia, maka ia coba gunakan combine, ternya ini bisa menghemat waktu dan biaya,”ujarnya.

Pasalnya, yang biasanya lokasi itu saat memetik padi gunakan tenaga manual bisa memakan waktu lima hari, “ternyata dengan adanya combine hanya butuh waktu dua hari saja, sehingga hemat waktu dan biaya yang dikeluarkan, juga cepat dapat uang hasil dari penjualan gabah,” tutup Ajay.

Sementara, koordinator penyuluh (Korluh) pertanian kecamatan Carita, E Kusmana saat ditemui di lokasi mengatakan, kini banyak petani sudah mengenal dan menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk mengolah lahan juga memanen padi.

Dilanjutkan E Kusmana, dengan menggunakan Alsintan bisa menghemat waktu dan biaya serta mempercepat musim tanam, pungkasnya.

Hal senada dikatakan ketua gapoktan Berkah bernama Bahrudin, dengan menggunakan combine saat memetik padi, selain menghemat waktu dan biaya, juga hasil gabah lebih banyak, karena tidak ada gabah yang tercecer serta kualitas cukup bagus.

Masih dikatakan Bahrudin, “dengan menggunakan mesin combine juga tenaga manusia yang biasanya jadi buruh pemetik padi atau tukang arit dan gebot tetap juga terlibat, bisa jadi tukang pikul (angkut, red) gabah dari sawah ke pinggir jalan, jadi mereka tetap dapat uang atau tidak nganggur,” pungkasnya. (BP1).

Komentar dibawah ini