Pantang Ngemis di Usia Senja

0
48

Pandeglang, BadakPos.com – Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang nenek tangguh yang memiliki semangat bertahan hidup yang patut kita tiru.

 

Ambu Askah namanya, tinggal di rumah panggung sederhana di Kp Kesur Rt. 05 Rw. 03 Desa Nangga Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang.

 

Setiap hari, Ambu (biasa beliau dipanggil -red) harus membanting tulang demi menghidupi kebutuhan diri sendiri dan juga anaknya.

 

Setiap pagi beliau harus berkeliling menjual gorengan milik tetangga dengan upah yang tak seberapa, hanya Rp. 10.000, itupun jika semua gorengannya laku terjual.

 

Seperti yang kita tahu, dengan penghasilan yang hanya sebesar itu, kebutuhan dasar ambu dan anaknya pun tak akan tercukupi.

 

Maka dari itu usaha ambu tak hanya berhenti sampai disitu, pada siang harinya Ambu membuat ikan pindang untuk beliau jual di sore harinya.
Tidak seberapa uang yang dihasilkan dari berjualan pindang, mirisnya kadang jualannya malah di hutang oleh langganan atau pembelinya.

 

Beliau seakan tidak bisa lagi merasakan lelah, rutinitas bekerja setiap hari ia lakukan demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

 

Ambu memiliki 5 orang anak dan ditinggalkan suaminya saat usia anak-anaknya masih sangat kecil. Empat orang anak sudah berumah tangga dan tinggal terpisah. Sedangkan 1 anaknya, masih tinggal bersama ambu dan masih menjadi tanggungannya, meski sudah dewasa, anak ambu tidak bisa bekerja karena penyakit mental yang dideritanya.

 

Meski demikian, ambu tetap sabar dan merawat anaknya dengan baik, hidup serba kekurangan tidak menjadikannya alasan untuk berdiam diri menanti belas kasihan. Karena beliau sadar, sekecil apapun ikhtiar yang dilakukan, pasti akan ada hasil yang didapatkan. Jika ada yang mau mengulurkan bantuan untuk sosok Ambu ini silahkan konfirmasi kepada Relawan Ketimbang Ngemis Pandeglang(KNP). (Bp1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here