Para Siswa Adalah Aset Bangsa. Sekolah Harus Terjaga Kesehatannya

0
12

Pandeglang- Para siswa dan siswi adalah aset bangsa sebagai penerus tonggak kepemimpinan dimasa yang akan datang. Oleh sebab itu sekolah yang ada di Pandeglang harus sehat mulai dari ruang belajar, kantin hingga toiletnya. “Sekolah harus kerjasama dengan puskesmas agar kesehatan nya terjaga. Dan saya ingatkan kepada para Kepala UPT, Kepala Sekolah, serta guru harus dapat menjaga kebersihan nya”, hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang Irna Narulita membuka acara lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Rabu (15/11) di Wisma PKPRI.
Irna juga ingatkan kepala sekolah Kepala UPT Pendidikan, dan para guru pengajar agar tidak meroko dilingkungan sekolah atau saat melakukan proses belajar dan mengajar. “Saya harap ada ruangan khusus untuk merokok. Agar lingkungan bersih dan sehat dapat terwujud disetiap sekolah, ” lanjutnya.
Adapun perlombaan yang diselenggarakan yaitu Cabang Dokter Kecil, Cerdas Cermat Dokcil SD/MII, Cerdas Cermat Kader Kesehatan remaja (KKR) SMP/MTS, Cerdas Cermat KKR SMA/MA.

 
Sementara itu Kepala Bagian Kesra Yusuf Baihaki selaku ketua pelaksana mengatakan, dasar pemikiran kegiatan ini yitu anak sekolah adalah asset bangsa sebagai modal utama pembangunandimasa depan. Untuk itu perlu di jaga dan dilindungi kesehatnnya, “Dilingkungan sekolah dapat dijadikan tempat pembelajaran untuk pengembangan fisik dan kecerdasan anak – anak. Untuk itu perlu kiranya dijaga kesehatannya,” katanya.
Kata Yusuf, Kegiatan ini dipandang sangat penting, karena terkait dengan komitmen untuk menjaga pembangunan asset bangsa dimasa depan. “Dasar hukum kegiatan ini yaitu UU No.4 tahun 79 tentang Kesejahteran Anak, UU No.23 tahun 92 kesehatan, UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan, dan UU No.36 tahun 2009 pasal 79 tentang penyelenggaraan kesehatan sekolah, dan SKB 4 menteri, dan Peraturan Bupati Pandeglang No.441.5/Kep.473-Huk/2014 tentang pembinaan untuk UKS,”tambahnya.
Masih kata Yusuf, pelaksanaan kegiatan ini selama dua hari yaitu tanggal 15 – 16 November 2017. Sedangkan untuk peserta, diikuti oleh 35 Kecamatan, tiap kecamatan mengirimkan 1 orang Dokter Kecil (Dokcil), satu grup peserta Cerdas Cermat Kader Kesehatan remaja (KKR) SMP/MTS 3 orang, dan satu grup peserta Cerdas Cermat KKR SMA/MA 3 orang. “Jumlah peserta sebanyak 350 orang, ditambah pendamping peserta 150 orang, jadi jumlah keseluruhan 600 orang,”tandasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here