PD Salimah Sukses Gelar Talk Show Di Pandeglang

0
22

Pandeglang, Badakpos.com – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah adakan Talkshow dengan tema ” Ayo Selamatkan Anak Kita dari Pengaruh LGBT”. Acara ini dilaknakan pada hari Rabu 14 Maret 2018, bertempat di Aula Pendopo Kab. Pandeglang.

 

Staf Ahli Bupati Bidang Kesra Abdul Ghaffar AlhatiriGOW, Ketua GOW Titin Juartini, Ketua MUI K. H Hamdi Ma’ani, Kadis Dinas Pendidikan Olis Solihin, Ketua PD Salimah ibu Enas Nasriyah, Majelis Ta’lim, Pondok Pesantren yang ada di Pandeglang.

 

Hadir juga narasumber H. Acmad Dimyati Natakusuma, dari AILA ( Aliansi Cinta Keluarga Indonesia) Ibu Nurul Hidayati, dan Dinas Kesehatan dr. Rita Rahmawati.

 

Ketua pelaksana Ida Yenita, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung oleh usaha semua pihak, panitia yang bekerja dengan ikhlas, para donatur H. Dimyati Natakusuma anggota DPR RI, Pemda, Korpri, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi & UMKM, Anggota dewan. Peserta telah hadir 150 orang dari target 200 peserta.

 

Abdul Ghaffar Alhatiri yang mewakili Bupati Pandeglang, Dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih kepada PD Salimah Pandeglang yang telah mengadakan acara tolak LGBT. Dirinya menyampaikan bagaimana kisah kaum nabi Luth yang dikenal dengan kaum sodom yang mendapatkan hukuman. “Ini sangat bagus sekali. Semoga jadi pelajaran buat kita semua,” katanya.

 

H. Achmad Dimyati Natakusuma sebagai Keynote Speaker mengatakan, dirinya merasa salut dengan Salimah yang menggagad acara ini. Kata dia, kapanpun dirinya siap untuk nenjadi narasumber acara selama untuk kemaslahatan umat. “silahkan kalau ada acara lagi saya siap mendukung selama untuk dakwah”, ucapnya

 

Dimyati juga menyampaikan, saat dirinya memimpin Pandeglang, telah mengeluarkan Perda memakai jilbab bagi pelajar putri SMP dan SMA/SMK. Dia juga menghimbau pemerintah daerah secepatnya membuat Perda Larangan terhadap LGBT, sebab sangat merusak generasi muda dan membahayakan kesehatan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here