Pebisnis Online Mengeluh Adanya Pembatasan WA, IG dan FB

Pandeglang, Badakpos.com – Pemerintah membatasi akses Media Sosial seperti Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) saat aksi 22 Mei rusuh di Jakarta.

Pembatasan tersebut dilakukan karena pemerintah mengantisipasi penyebaran berita hoax di Media Sosial.

Namun, tanpa disadari, ternyata pembatasan akses ini sangat merugikan bagi pebisnis online karena sulitnya mempromosikan produk yang akan dipasarkannya melalui media online.

Haerul (34) salah satu pebisnis online mengaku, dengan adanya pembatasan penggunaan WA,IG dan FB berdampak negatif bagi usahanya. Pasalnya, dengan adanya pembatasan ini omsetnya menurun. “Produk olahan buah biasa kami promosikan melalui WA, IG dan FB. Dengan adanya pembatasan ini, saya kesulitan untuk mempromosikan produk yang saya buat akhirnya pemesananpun menurun,” kata Herul kepada badakpos.coo, Sabtu (26/5).

Ia mengakui, jika adanya medsos sangat membantu usahanya untuk mempromosikan produk baik di WA, IG dan FB. “Biasnya sore hari itu kami sudah posting produk olahan buah  baik di WA, IG dan FB. Nah sekarang upload satu gambar saja sulit, jadi pelanggan berpikir tidak ada produk yang saya buat karena tidak ada update status baik di WA, IG dan FB,” tuturnya.

Dikatakan Haerul, saat ini memang dirinya menjual salad buah. Akhir – akhir ini saat masuk bulan puasa pemesanan saladbuah nya cukup banyak. “Sekarang pas ada pembatasan medsos, pesanannya menurun, saya harap pemerintah bisa kembali menormalkan akses WA, IG dan FB, dengan begitu kami bisa kembali normal memasarkan salad buah,” ujarnya.

Ditanya kerugian nya berapa dengan adanya pembatasan medsos, Haerul mengungkapkan memang cukup banyak karena ia hanya mengandalkan melalui online. “Selama bulan Ramadhan sebelum ada pembatasan akses ke medsos dalam satu hari bisa laku hingga 40 kup ukuran 400 ml dengan harga 17 ribu. sekarang paling terjual 20 kup, jadi hampir setengahnya hilang, “tutupnya. (Bp-3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *