Pelaku Media Massa Perlu Meningkatkan, Kaidah Bahasa dan Peguasaan Ejaan

0
1

Pandeglang, Badakpos.com – Linguis atau ahli bahasa menginginkan media massa di Provinsi Banten menjadi contoh bagi masyarakat dalam penggunaan bahasa tulis yang baik. Pasalnya, media massa dipandang memiliki jangkauan pembaca yang luas sehingga bisa menjadi teladan bagi masyarakat.

Seorang linguis asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Odien Rosidin dalam Kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Pelaku Media Massa di Kabupaten Pandeglang di salah satu rumah makan di Pandeglang, Rabu (4/9). “Yang diinginkan oleh kami sebagai peneliti bahasa atau badan bahasa sebagai badan yang punya otoritas bidang kebahasaan adalah, media massa menjadi contoh penggunaan bahasa tulis yang baik sehingga bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Karena media massa menjangkau pembaca yang lebih luas begitu,” papar Odien.

Lebih lanjut Odien mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, dari sisi kebahasaan media massa yang beredar di Provinsi Banten sebetulnya sudah tidak banyak masalah. “Kalau dari kosa kata atau diksi, teman-teman wartawan sudah banyak yang menguasai kosakata yang mutakhir seperti yang dianjurkan oleh badan bahasa, tidak ada masalah,” tambahnya.

Odien pun menambahkan, tidak menyoalkan adanya perbedaan gaya penulisan yang disajikan oleh masing-masing media. Soalnya, setiap instansi media memiliki ideologi dan framing yang berbeda. Sejauh tidak melanggar kaidah bahasa, maka tidak masalah. Apalagi tidak ada yang bisa intervensi terhadap kepentingan media. “Jadi harus memberikan pembelajaran dalam tanda petik bidang bahasa terhadap masyarakat. Masyarakat bisa belajar bahasa kepada media, selain kepada guru kalau siswa di sekolah atau juga melalui pajanan atau tayangan televisi,” ujar dosen jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Untirta itu.

Sementara itu, Staff Teknis Pengkaji Bahasa dan Sastra di Kantor Bahasa Banten, Dody Kristianto menuturkan, media massa menjadi acuan masyarakat untuk memperoleh informasi. “Jika berbahasanya bagus, itu pasti input-nya akan bagus juga. Begitu juga dengan jika berbahasa yang berantakan, masyarakat bisa beranggapan benar. Padahal tidak seperti itu,” ujar Dody.

Dody pun menambahkan, media massa bagi kantor bahasa, merupakan mitra dalam pengutamaan bahasa negara. Maka Kantor Bahasa Banten rutin melakukan penyuluhan dan penyegaran pengetahuan kebahasaan bagi awak media. “Harapan kami, teman-teman jurnalis bisa menjadi mitra dan garda terdepan dalam mengawal pengutamaan bahasa negara. Karena media massa menjadi acuan bagi masyarakat secara umum dan berbagai kalangan untuk mendapat informasi,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini