Penanganan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum, Harusnya Disikapi Serius Oleh Pemerintah

0
3

Pandeglang, Badakpos.com – Banyak alasan mengapa anak melakukan konflik dengan hukum (bermasalah). Kebanyakan kasus yang terjadi, hanya untuk esksiatensi, butuh pengakuan dan lain sebagainya. Untuk itu harus disikapi serius oleh Pemerintah. “Hal ini terjadi lantaran seorang anak tanpa melihat apa resikonya dan seorang anak belum dapat membuat keputusan yang benar,” ungkap Aank Ahmad ketu Pandeglang Care Movement (PCM) kepada Badakpos.com, Rabu (17/1/2018).

 

Dirinya menyayangkan sikap dan tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP) yang mengekspos para pelajar yang terjaring oleh Razia. Menurutnya, para pelajar yang terjaring razia oleh satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) itu tidak harus di publis secara pulgar di media sosial. “Seharusnya foto pelajar yang terkena razia itu di blur karena mereka masih di bawah umur, sehingga berdampak negative kepada mental mereka,” ucapnya.

 

Aank melanjutkan, mengingat posisi anak dalam mengambil tindakan masih labil, terlebih lagi anak yang berkonflik dengan hukum (bermasalah), maka anak tersebut perlu adanya pendampingan dari liding sektor terkait. “Dan tidak harus di bulyying dan di ekspose berlebihan apalagi oleh Akun Pol PP, kalaupun naik di Media alangkah baiknya diblur Kasian nanti anak-anak itu akan terpampang dan terus di cap sebagai anak nakal terus, dan seharusnya dalam hal ini peranan pekerja sosial dalam pendampingan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum ada disini ikut berperan, karena Pendamping Sosial menurut pasal 1 ayat 12 UU Perlindungan Anak adalah pekerja sosial yang mempunyai kompetensi profesional dalam bidangnya, “tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here