PENGADAAN BARANG DAN JASA LAMBAT, INI ALASAN KEPALA ULP

0
10

Pandeglang, badakpos.com – Keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa khususnya yang dilelangkan, bisa dikatakan terjadi keterlambatan. Hal ini disebabkan karena Kelompok Kerja (Pokja) yang Ad hoc.

“Karena Pokja Ad hoc ini separuhnya bekerja di bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dan kamipun memiliki kepentingan untuk melakukan penyerapan anggaran. Untuk itu, alangkah baiknya pokja ini pada saat akan proses pelelangan dibebastugaskan. Dengan pokja Cuma 20 orang, jumlah paket yang banyak ini tidak akan terkejar,” Kata Asep Rahmat Kepala ULP, saat ditemui dikantornya kemarin, senin (29/5).

Asep Rahmat menjelaskan, saat ini untuk kegiatan yang dilelangkan yang sudah tayang kurang lebih sebanyak 118 paket pekerjaan. Kata Asep, dari jumlah tersebut yang sudah ada pemenang 29 paket pekerjaan.

“Jumlah yang sudah ditayangkan mencapai 167 milyar, dari total anggaran untuk kegiatan lelang 215 milyar atau progress 77,80%. Dan ini belum terkontrakkan baru tahap pengumuman saja,” katanya.
Asep menyampaikan, jika anggaran untuk kegiatan yang dilelangkan, diluar bantuan keuangan Provinsi Banten, karena untuk bantuan provinsi baru akan amsuk di pergeseran anggaran.

Untuk pengadaan barang dan jasa yang melalui Penunjukan Langsung (PL) kata Asep rahmat, sebanyak 1.520 Paket Pekerjaan atau sebesar 162 milyar.

“Yang sudah di SPK kan di ULP kurang lebih sebanyak 80 Paket atau sebesar 7,23 Milyar dengan progress dari jumlah paket mencapai 5 %,” ungkapnya.

Mantan Kabid PUPR juga menyampaikan, jika hari 30-31 mei selasa dan Rabu, aka nada pembuktian yang dilakukan di Yonif 320 Badak Putih. Hal ini dilakukan, untuk memastikan pembuktian berjalan dengan lancar.

“Melihat dari tahun sebelumnya, biasanya terjadi ketidak nyamanan bagi peserta yang mendapatkan undangan,” ucapnya.(BP3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here