Pengamat Politik Sampaikan 2 Poin Penting Untuk GEMA Mathla’ul Anwar.

Tangerang Selatan, Badakpos.com – Generasi Muda (Gema) Mathla’ul Anwar selenggarakan seminar kebangsaan di salah satu hotel di Tangerang Selatan Sabtu, (28/9), dalam agenda tersebut menghadirkan beberapa pembicara nasional salah satunya pengamat politik Adi Prayitno.

Menurut Adi Prayitno kegiatan tersebut (Seminar Kebangsaa Gema Mathla’ul Anwar – red), adalah kegiatan sangat baik, positif dan harus kontinyu, baiknya tak dijadikan kegiatan tahunan, tapi menjadi agenda rutin, terutama untuk merawat bagaimana wawasaan kebangsaan kita semakin kokoh dan seimbang.

Ketua umum DPP Gema Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi menyampaikan, bahwa, kegiatan tersebut dilandaskan pada situasi terkini bangsa saat ini yang tengah terjadi.

“Dengan seminar kebangsaan ini, Saya ingin Gema Mathla’ul Anwar tidak lagi terjerumus issue – issue hoax dan tidak boleh mudah dimanfaatkan oleh kepentingan sekelompok individu untuk hasrat politik praktis,” ujat pria yang akrab di sapa Kang Nawawi.

Ketua Gema Mathla'ul Anwar Ahmad Nawawi memberikan Kenang - Kenangan untuk Para Narasumber Pengamat Politik Adi Prayitno
Ketua Gema Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi memberikan Kenang – Kenangan untuk Para Narasumber Salah satunya Pengamat Politik Adi Prayitno

Pesan pertama yang sampaikan Adi Prayitno kepada Gema Mathla’ul Anwar adalah, bahwa, Pemuda Mathla’ul Anwar harus tetap menjadikan Islam dan negara,juga Islam dan Pancasila Tidak Bertabrakan, dan tidak menjadikan hal yang bertentangan.

“Kan banyak sekarang kelompok – kelompok tertentu yang mencoba untuk mempertentang Islam dan Pancasila, Islam dengan NKRI, dan saya kira wawasan kebangsaan ini akan membuka wawasan bahwa islam (Indonesia-red) itu terbuka dan dia (Islam Indoensia-red) cukup fleksible dengan kemajuan zaman,” ujar Adi.

Adi menganalogikan keterbukaan Islam di Indonesia yang cukup berkembang baik, pemilunya berjalan baik dan damai, dibandingkan dengan negera – negara yang mayoritas Islam di luar sana, pemilunya tidak aman, hingga saat ini di luar negeri sana (pemilunya) masih belum selesai, bahkan masih terjadi konflik dan perang.

“Dan pesan yang kedua dari Adi Prayitno dalam kesempatan Seminar kebangsaan terasbuta dalah melatih intellectual exercise (latihan berpikir), teman-teman harus terbiasa berdialog dengan situasi yang berkembang saat ini, terutama pemosisian, sikap politik dan yang seharusnya dilakukan ke depan, serta merespon issue – isseu yang berkembang”, ungkap Adi.

Adi menambahkan, “Rekan – rekan muda Mathla’ul Anwar harus aktif dalam berbagai issue – issue politik apapun, dengan demikian, maka akan semakin banyak pula jejaring yang akan muncul diberbagai tempat sebagai bagian untuk merajut kebersamaan membangaun Indonesia,” Tutup Adi Prayitno kepada Badakpos.com. (BP1).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *