Pengelolaan Pemandian Sanur Citaman Terkesan Monoton

Pandeglang, Badakpos.com – Untuk meningkatkan pendapatan bagi pengelola wisata, seharusnya ada pembekalan berupa pendidikan bidang keparawisataan bagi pegawainya.

Dan untuk kenyaman bagi tamu atau pengunjung, para petugas atau pekerja seharusnya dibekali oleh pengelola wisata dengan tatacara penerimaan tamu yang baik yaitu 3 S (Salam, Sapa dan senyum).

Hal seperti ini tidak terlihat di kawasan wisata pemandian sanur citaman yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari. berdasarkan pantauan badakpos.com Minggu(10/2/2019), para petugas atau pekerja, baik penjaga loket karcis dan petugas parkiran terlihat kaku dan acuh.

Padahal pemandian tersebut sudah lama berdiri, dan tempat itu selalu dikunjungi warga atau wisatawan lokal untuk berenang dikala hari libur ataupun sabtu dan minggu. Bahkan tadi saja sekitar jam 10.30 WIB terlihat di lokasi parkiran ada sekitar 10 unit mobil dan 40 buah motor, berarti pengunjung tidak kurang dari 100 orang.

Ditemui dilokasi, Tuti (bukan nama sebenarnya) mengatakan, bahwa ia dan teman-temannya hampir setiap minggu berenang di situ,”Saya senang melihat susananya, namun yang harus ditingkatkan itu pelayanannya, ” kata Tuti.

Ditempat yang sama, Suwandi salah seorang petugas parkir menuturkan, pengunjung sekarang mulai pulih kembali, tetapi waktu terjadi bencana tsunami pengunjung turun drastis,” Karena yang berkunjung ke lokasi pemandian sanur citaman, warga yang berasal dari wilayah Sobang, Panimbang, Labuan dan carita,”terangnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola wisata pemandian sanur citaman tidak bisa dimintai keterangan berapa jumlah pengunjung.Sedangkan pekerja atau penjaga parkiran saat dimintai keterangan enggan memberikan jawaban” kalau masalah itu kurang tahu”, tutur Suwandi. (Bp-11).

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *