Pengepul Mengeluh Lantaran Harga Emping Merosot Drastis

Pandeglang, Badakpos.com – Emping adalah makanan berupa kerupuk terbuat dari biji melinjo. Berdasarkan pantauan Badakpos.com dilapangan, pengusaha dan pengertian emping menyebar dibeberapa kecamatan yang ada di kabupaten Pandeglang, diantaranya Kecamatan Menes, Labuan, Carita, Pagelaran dan Jiput.

Dan berdasarkan informasi yang dihimpun Badakpos.. com, bahwa untuk saat ini harga emping sedang turun sedangkan untuk biji melinjo(bahan baku emping) lagi naik perkilogramnya.

Sahani pengepul (cengkau) emping di Desa Janaka, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang menuturkan, bahwa pasca hari raya Lebaran harga emping merosot terus, “Saat ini harga emping lagi turun, sedangkan harga biji melinjo naik, tentu ini sangat kerepotan untuk membeli bahan baku karena tidak ada untung nya, “, tutur Sahani, Sabtu(4/8/2018)

Masih kata Sahani, sekarang harga emping dari pengepul Rp 35.000 perkilo, sedangkan harga melinjo Rp 13.000 perkilo. Berbeda waktu Lebaran, harga emping Rp 50.000 dan untuk harga melinjo Rp 8.000 hingga Rp 10 000 perkilo, “Kadang untung aga besar, kadang tidak ada hanya balik modal,” ungkap Sahani.

Sahani, melanjutkan , dirinya biasa ngirim emping ke penjual (agen) 4 hingga 6 kintal perminggu, kata dia, tapi bila harganya makin turun, lebih baik disimpan(di stok)dulu dari pada merugi, “Saya nunggu harga stabil dulu, baru dikeluarkan,” tutup Sahani.

Terpisah, Ukat agen emping lainnya dari wilayah Labuan menuturkan, bahwa untuk saat ini harga emping Rp 45.000 hingga Rp 50.000 perkilo. “Harga emping biasa aja, Rp 45.000-50.000 perkilo, karena emping yang dia jual sudah dibersihkan dari bubuk, ini emping sudah bersih dan mulus”ungkapnya.(BP-MG)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *