Pengumpulan Zakat Fitrah Baznas Pandeglang Tak Sesuai Target

0
0

Pandeglang, badakpos.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang memprediksi penerimaan zakat fitrah tahun 2019 akan lebih rendah dibanding tahun lalu. Hal itu disebabkan oleh jadwal penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang tepat.

Aah Wahid Maulany Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang, menjelaskan puasa tahun ini dimulai setelah para ASN menerima gaji. Sedangkan gaji bulan berikutnya, diterima saat memasuki cuti lebaran. Sehingga akan memengaruhi pembayaran zakat fitrah para ASN ke Baznas. “Tadinya kami menginginkan 2019 ada peningkatan. Tapi ternyata ada kendala terkait gajian para ASN. Waktu itu mau diambil gaji bulan Mei belum puasa. kalau diambil bulan Juni, sudah libur,” jelasnya, selasa (21/5).

Aah menambahkan, biasanya zakat fitrah diambil dari gaji pokok pegawai. “Biasanya zakat fitrah diambil dari gaji. Kalau gaji diambil sebelum puasa, itu malah tidak benar. Karena zakat itu harus bertepatan dengan bulan puasa. Kalau diambil dari bulan Juni, ada persoalan juga karena sudah memasuki masa cuti dan mendekati lebaran,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk saat ini Baznas sedang berembuk dengan OPD untuk menentukan alokasi zakat. Nantinya bisa saja zakat fitrah ASN dipotong dari tunjangan atau yang lainnya, sesuai kesepakatan. Yang jelas, pembayaran zakat fitrah itu wajib bagi seluruh muslim, termasuk abdi negara. “Oleh karena itu kami menyarankan kepada OPD-OPD menerapkan kebijakan sesuai kesepakatan. Karena kami memfokuskan penerimaan zakat dari ASN. Apakah diambil dari Tunda, atau rapel gaji, terserah diatur saja. Yang penting mereka harus zakat, karena itu wajib,” ujarnya.

Masih dikatakan Aah, ia menyebutkan tanda-tanda penurunan penerimaan zakat fitrah itu mulai terlihat dipertengahan puasa ini. Karena sampah hari ke 15 bulan puasa, Baznas baru mengumpulkan Rp176 juta dari 24 OPD. Sedangkan tahun lalu dengan periode yang sama, Baznas mampu menerima zakat hingga Rp380 juta. “Masih ada 9 OPD lagi yang belum menyerahkan zakatnya sama sekali. Padahal dengan periode yang sama ditahun lalu, Baznas bisa menerima Rp380 juta. Dan diakhir masa penerima zakat, berhasil terkumpul Rp450 juta,” sebut Aah.

Menurut Aah, akibatnya tahun ini target pengumpulan zakat sebesar Rp500 juta kemungkinan akan meleset. Adapun nilai zakat yang ditetapkan Baznas Kabupaten Pandeglang tahun 2019, sebesar Rp30.000 per kepala. “Jadi kami agak pesimis akan mencapai target Rp500 juta. Kemungkinan hal yang sama terjadi pula dengan daerah lain,” tutupnya. (BP-10)

Komentar dibawah ini