PENINGKATAN PRODUKSI PAJALE DAN HOLTIKULTURA, MENJADI PROGRAM UNGGULAN KABUPATEN PANDEGLANG

PANDEGLANG – Pandeglang merupakan daerah yang memiliki areal lahan pertanian yang cukup luas, hampir satu pertiga luas areal pertanian Provinsi Banten ada di Pandeglang. Alasan inilah yang menjadikan Pemerintah Daerah Kabuptaen Pandeglang terus meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai (pajale), dan holtikultura.

Hal ini disampaikan Bupati pandeglang Hj. Irna Narulita saat menjadi narasumber pada Rakor Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Banten tentang Reformasi pangan, dengan menjamin ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga beli masyarakat, Kamis (13/4) di Hotel Ratu Bidakara Serang.

Bupati Hj. Irna Narulita menyampaikan, selain produksi padi yang sudah cukup tinggi, Pandeglang juga saat ini akan menggenjot untuk peningkatan produksi jagung. Karena masih banyaknya lahan tidur yang belum dioptimalkan.

“Jika 220 ribu hektar lahan tidur dioptimalkan, tentu ini akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Terkait Sapi Indukan wajib Bunting (Siwab), Bupati Hj. Irna menyampaikan, karena ini merupakan program baru, Pandeglang hanya sampai inseminasi, bunting, dan lahir, belum mencapai produksi pemotongan.

“Saat ini ada 200 ekor sapi ternak, dan  912 ekor kerbau. Jadi jumlah keseluruhan 1.112 ekor sapi dan kerbau,” ungkapnya.

Hadir Dr. Hendar selaku ekonomis, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia periode tahun 2013-2016. Ekonom Senior INDEF (Institut For Development of Economic dan Finance) Prof Bustanul Arifin, dan Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Harto Setiawan mengatakan, kegiatan ini dalam menselaraskan program pusat dan daerah. Dalam acara ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan untuk membangun pertanian di Provinsi Banten, agar memberikan kontribusi yang tinggi untuk pertumbuhan ekonomi.

“Sektor pertanian saat ini memberikan kontribusi kurang lebih 6,12 % untuk pertumbuhan ekonomi di Banten. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,17 %,” katanya.

Menurutnya, gagasan yang dihasilkan  pada rakor saat ini tentu dapat memberikan kontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, guna mensejahterakan masyarakat di Provinsi Banten.

“Apabila kontribusi pertanian di Banten untuk pertumbuhan ekonomi minim, jelas ini akan mempengaruhi kenaikan inflasi,” jelasnya. (BP-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *