Pentingnya Vaksinasi COVID-19 Untuk Anak dan Remaja

0
232

 

Oleh : Apt. Ria Nusantara S.Farm

Penulis : Profesi Apoteker

 

Vaksinasi COVID-19 sedang digencarkan pemerintah sebagai salah satu cara dalam pengendalian pandemi COVID-19. Pemberian vaksin bertujuan untuk membentuk imunitas tubuh spesifik yang optimal dengan cara mampu mengenali dan melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Efikasi vaksin covid tidak sepenuhnya 100% melindungi diri dari infeksi virus Corona. Tetapi vaksin ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat COVID-19. Tujuan lainnya adalah untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dimana ketika sebagian besar populasi yang telah divaksin dan mendapat kekebalan spesifik dapat memberikan perlindungan tidak langsung bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut sehingga penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan

Menurut covid19.go.id data sebaran vaksinasi COVID-19 per tanggal 10 Oktober untuk dosis 1 adalah 48,11% atau sebanyak 100.189.038 orang dari target sasaran vaksinasi adalah 208.265.720 orang. Sedangkan yang sudah divaksin sampai dosis 2 adalah 27.62% atau sebanyak 57.522.234 orang. Target vaksinasi ditingkatkan menjadi 70% penduduk Indonesia di tahun 2021. Salah satu percepatannya adalah dengan pemberian vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun. Vaksinasi anak diberikan karena merupakan salah satu populasi yang rentan terhadap COVID-19.

Vaksin yang Aman Untuk Anak dan Remaja

Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh dr. Joko Kurniawan, M.Sc., Sp.A mengenai perkembangan dan perspektif vaksin COVID-19 pada anak, telah dilakukan pengembangan dan penelitian mengenai vaksin anak dan remaja yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Vaksin yang telah dilakukan uji coba adalah Sinovac, Pfizer, Moderna, dan Aztra Zeneca. Uji klinis pada anak memiliki fokus utama pada keamanan, reaktogenitas, dan imunogenisitas karena anak-anak memiliki ukuran, distribusi lemak, massa otot, dan banyak faktor lain yang berbeda dibandingkan dewasa Berdasarkan hasil uji data klinis fase I dan fase II didapat vaksin yang efektif dan aman untuk kategori remaja usia 12-17 tahun adalah vaksin Sinovac yang merupakan vaksin inactive, serta vaksin Pfizer dan Moderna yang merupakan vaksin m-RNA. Untuk vaksin Astra Zeneca masih dalam tahap menunggu keputusan Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MRHA)di Inggris sehingga beberapa negara tidak merekomendasikan vaksin AstraZeneca untuk pediatrik. Akan tetapi, WHO masih menyarankan pemberian vaksin Astra Zeneca untuk populasi selain anak-anak.

Di Indonesia vaksinasi COVID-19 untuk anak 12-17 tahun yang direkomendasikan oleh IDAI, Kemenkes dan BPOM per bulan Agustus 2021 adalah vaksin Sinovac (Coronavac), vaksin COVID-19 produksi PT. Bio farma dengan bulk Sinovac dan vaksin Pfizer. Jenis vaksin Sinovac dibuat dengan metode virus yang dimatikan (inactivated virus) ini dinilai efektif dan aman dengan serokonversi fase 2: 96,8% – 100%.

KIPI yang Mungkin Terjadi

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang dilaporkan juga termasuk ringan-sedang seperti demam ringan dan nyeri di lokasi suntik. Dosis vaksin Sinovac yang dianjurkan adalah 3 mikrogram (0,5 ml) secara intramuskular di otot dan diberikan sebanyak dua kali dosis dengan jarak 4 minggu. Vaksin Pfizer untuk kategori anak 12-17 tahun pada juga tergolong efektif dan aman hal ini sudah dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai tahap uji klinis dimana efektifitas vaksin untuk usia remaja tersebut mencapai 100%.

Efek yang umum terjadi pascavaksinasi oleh vaksin Pfizer adalah nyeri pada daerah suntikan, rasa lelah, nyeri kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam. Anak dengan riwayat alergi saat divaksinasi sebelumnya tidak boleh mendapatkan vaksin ini nantinya. Sama halnya dengan vaksin Sinovac pemberian vaksin Pfizer dilakukan dalam 2 dosis dengan rentang 21 hari dengan dosis yang diberikan adalah 0,3 ml dan dilakukan secara intramuscular. Tujuan pemberian vaksin terbagi menjadi 2 dosis yaitu dosis pertama yang diberikan dimaksudkan untuk merangsang terbentuknya sistem kekebalan tubuh untuk pertama kalinya dan untuk pemberian dosis kedua berperan sebagai booster memastikan kekebalan tubuh mengembangkan respon memori untuk melawan virus jika bertemu lagi.

Pelaksanaan vaksinasi yang pertama dilakukan adalah pendataan siswa sekolah yang masuk kriteria usia kemudian proses vaksinasi akan dilakukan di sekolah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan atau fasilitas pelayanan kesehatan. Sebelum dilakukan vaksinasi pastikan anak dalam keadaan sehat, tercukupi nutrisinya dan istirahat yang cukup. Kemudian akan dilakukan proses skrining status kesehatan oleh dokter sebagai syarat keamanan dalam pemberian vaksin.  Adapun anak-anak yang tidak disarankan untuk vaksinasi adalah anak dengan penyakit autoimun, anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi/radioterapi, dalam pengobatan imunosupresan, penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis. dan penyakit kronis yang tidak terkendali lainnya.

Usai vaksinasi COVID-19, terdapat sejumlah reaksi atau efek samping yang mungkin terjadi, namun orang tua tidak perlu khawatir terhadap efek samping dari vaksin tersebut. Sebab, efek samping setelah vaksinasi tergolong ringan-sedang menandakan bahwa pembentukan imun untuk mencegah COVID-19 sedang berlangsung di tubuh anak. Reaksi efek samping terbagi menjadi dua yaitu reaksi lokal dan reaksi sistemik. Reaksi lokal yang mungkin terjadi bisa berupa nyeri pada tempat suntikan, kemerahan, bengkak dan lain-lain. Sedangkan reaksi sistemik yang mungkin terjadi adalah demam, nyeri otot, badan lemah, pusing, nafsu makan dan diare. Penanganan efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dapat diberikan obat-obatan untuk mengurangi gejalanya. Misalnya jika timbul demam dengan suhu diatas 380C setelah vaksinasi bisa diberikan parasetamol. Namun Apabila mengalami efek samping berat segera hubungi petugas kesehatan terdekat atau nomor kontak pada sertifikat vaksin untuk mendapatkan penanganan segera.

Waspada dan Tetap Taat Protkes

Perlu diperhatikan juga sambil menunggu seluruh masyarakat khususnya anak usia 12-17 tahun di Indonesia mendapatkan vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan untuk menahan laju penyebaran COVID-19. Adapun aturan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan adalah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun/handsanitizer, jangan sentuh wajah sebelum mencuci tangan, menerapkan etika batuk atau bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu atau lengan, konsumsi makanan bergizi, berjemur pagi hari, istirahat cukup dan berolah raga, menggunaka masker yang direkomendasikan selama keluar rumah, jaga jarak aman minimal 1 meter, dan lakukan isolasi mandiri saat merasa tidak sehat.

Mari kita semua membantu pemerintah mensukseskan vaksinasi COVID-19 untuk Indonesia kembali sehat yang salah satunya dengan mengikutsertakan putra putri kita usia 12-17 tahun untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here