Penuhi Kebutuhan Protein Hewani, Bupati Pandeglang : IB Terus Dikembangkan

Pandeglang , Badakpos.com – Program Iseminasi Buatan (IB) merupakan program tepat dalah peningkatan populasi ternak Sapid an Kerbau di Pandeglang. Hal ini, selain untuk mencukupi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat Pandeglang, juga dapat menjadikan Pandeglang sebagai daerah lumbung Sapi dan Kerbau, “Disinilah Pemerintah hadir melalui program IB, populasi peternakan dapat meningkat karena Pandeglang daerah yang subur dan tepat jika dijadikan untuk pengembangan peternakan Sapi dan Kerbau,” demikian dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita pada acara gebyar panen Pedet dan Eneng di Desa langeunsari, Kecamatan Saketi, Rabu (5/9).

Namun memang Bupati mengakui, jika saat ini program IB masih butuh dorongan dari masyarakat dan semua pihak. Pasalnya dari 2.000 semen padat (bakal benih) yang baru tersuntikan kurang lebih 800, “Selain memang para petugas dilapangan yang masih terbatas, masyarakat atau petani juga harus ada kemauan untuk mendorong program IB dan Sapi Indukan Wajib Bunting dengan (Siwab),” harapnya.
“Saya berharap para penyuluh terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar dapat melakukan sendiri. Dengan begitu semua semen padat dapat tersuntikan,” ujarnya.

“Apabila IB ini berhasil, sudah barang tentu kebutuhan protein hewani tercukupi yang dapat meningkatkan kesehatan. Apalagi saat ini Pandeglang sedang konsen dalam penurunan balita stunting,” tandasnya.

Sementara kepala Dinas Pertanian Budi S Januardi membenarkan jika saat ini dalam pengembangan Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) saat ini masih dapat melebihi dari target sasaran, “Target Siwab 2017 akseptornya 1.112, target kami Spi Sapi 200 Kerbau 912. Realisasinya yaitu 1.574, Sapi 220 ekor dan Kerbau 1.354 ekor. Dan Yang berhasil di IB 321, Sapi 220 ekor dan Kerbau 101 ekor,” kata Budi

Menurutnya, potensi peternakan di Pandeglang itu sangat besar, namun untuk IB masih ada beberapa kedala, diantaranya pemahanam masyarakat, “Padahal dengan IB dipastikan tiga hal yaitu kawin serentak, bunting serentak, dan lahir serentak. Mudah mudahan masyarakat tergugah, karena sudah ada jaminan kualitas,” jelasnya.

Selain kesadaran masyarakat, Budi meyakini, petugas dilapangan juga masih terbatas, “Yang saat ini ada dokter hewan 2 orang, petugas inseminator 4 orang, dan petugas pemeriksa kebuntingan 1 orang,” ujarnya.

Masih kata Budi, Ketersediaan Sapi dipandeglang hingga 2017 kurang lebih 1.084 ,dan Kerbau 24.538. Sedangkan kantong ternak Sapi di 8 Kecamatan yaitu , Kecamatan Saketi Cisata, Cikusik , Sobang, Cigeulis, Panimbang, Mandalawangi dan cimanuk. Untuk kerbau di 15 Kecamatan, yaitu Saketi, Cisata, Picung, Sumur Cimanggu, Cibaliung, Cigeulis, Carita, Jiput, Cibitung, Pagelaran, patia, Mandalawangi, Sukaresmi dan Munjul, “Ini tentu sangat potensial sekali untuk dilakukan IB dalam peningkatan populasi Sapi dan Kerbau, karena saat ini populasi tidak sebanding dengan pemotongan,” pungkasnya.(Bp3)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *