Petani Carita Dapat Bantuan Bibit Padi.

0
13

Pandeglang, Badakpos.com – Petani carita bersyukur mendapat bantuan bibit padi dari pemerintah berupa padi invari 42, pasalnya bibit padi tersebut mempunyai banyak ke unggulan di bading yang lain, dikatakan ketua kelompok tani (Poktan) Sri Muka 1 bernama Sapkari pada selasa (6/10/2020).

Berdasarkan pantauan Badakpos.com, bahwa hari ini (selasa, 6 oktober) para petani yang tergabung dalam Poktan Sri Mukti 1 berkumpul di kampung pamatang desa Banjarmasin kecamatan Carita, untuk penyaluran bibit padi invari 42 dari pemerintah melalui dinas terkait.

Pada kesempatan tersebut hadir camat, koordinator penyuluh dan para penyuluh pertanian kecamatan Carita.

Dilanjutkan Sapkari, kebiasaan para petani di sini sudah beberapa tahun selalu menanam padi varietas ciherang, tetapi belakangan ini hasil panen yang didapat kurang beruntung.

“Beberapa tahun ini panen hampir selalu gagal, pasalnya bibit padi ciherang tidak tahan hama wereng batang coklat (WBC) “, terang Sapkari.

Masih dikatakan Ketua Poktan Sri Mukti 1, waktu musim tanam padi kemarin ada beberapa petani yang menanam varietas invari 42, ternyata mereka berhasil panen padi dengan bagus, sedangkan petani lainnya yang menanam varietas ciherang banyak yang rugi, akibat serangan hama WBC.

Dan untuk musim tanam yang akan datang, para petani sepakat akan menanam bibit padi invari 42 dari bantuan pemerintah ini, baik untuk di sawah maupun lahan darat, pungkas Sapkari.

Ditemui ditempat yang sama, korluh pertanian bernama Kusmana menuturkan, bahwa agenda hari ini(selasa, 6/10)pihaknya mengumpulkan para petani yang tergabung dalam Poktan Sri Mukti 1 untuk membagikan bantuan bibit padi varietas invari 42 dengan luasan lahan 50 hektare.

Dilanjutkan Kusmana, kemarin(senin, 5 oktober)sudah dilaksanakan penyaluran bibit padi ke para petani di wilayah desa Sindanglaut, dan untuk penyaluran sudah hampir semua desa.

Masih dikatakan Korluh pertanian, bahwa bibit padi invari 42 punya banyak keunggulan, diantaranya tahan dari serangan hama WBC, bisa di tanam di lahan sawah maupun darat, bobot padi lebih berat, bahkan produktifitas bisa mencapai 7 hingga 8 ton gabah per hektare.

Adapun kelemahan dari varietas invari 42 adalah, menurut para petani yang sudah melaksanakan atau melakukan tanam saat panen agak susah jika menggunakan tenaga manual(di gebot, biasa petani menyebut), jadi harus menggunakan alsintan atau combine, ungkap Korluh pertanian carita. (BP11).

Komentar dibawah ini