Polemik RUU HIP, Dimyati Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Demi Menjaga Keutuhan NKRI.

0
6

Pandeglang, Badakpos.com – Anggota komisi lll DPR RI dari fraksi PKS asal Dapil Banten 1, H A Dimyati Natakusumah mengatakan, bahwa dengan adanya polemik soal pembahasan rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila (RUU HIP), maka ia turun langsung ke wilayah Dapil Banten 1 untuk gencar melaksanakan sosialisasi 4 pilar wawasan kebangsaan, supaya di masyarakat tidak terpecah belah demi keutuhan NKRI.

Terkait dengan pembahasan RUU HIP itu, bahwa sejak dari awal fraksi PKS menolak dan meminta pembahasan terkait RUU HIP harus dibatalkan, tegas Dimyati.

Masih dikatakan Dimyati, karena sudah menjadi keputusan bersama yang sudah digodok para pakar dan para pejuang sudah menjadikan ketetapan, kalau ada perubahan maka akan terjadi benturan antar rakyat.

Dilanjutkan Dimyati, karena dengan 5 butir pancasila, negara lain akan takut terhadap negara Indonesia, untuk itu jangan ada tujuan tertentu untuk memasukan ideologi baru, sebab pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang tidak bisa dipisahkan atau dikurangi butir-butir yang terkandung di pancasila itu, pungkasnya.

Agenda pelaksanaan 4 pilar wawasan kebangsaan ini, bertempat di aula RM Rizki pada(kamis, 18/6/2020), dimana tujuan dari agenda ini untuk menjaga keutuhan NKRI, dalam kondisi atau situasi polemik RUU HIP, dalam acara ini dihadiri oleh Wabup Pandeglang Tanto Warsono Arban sekaligus sebagai moderator, adapun sebagai nara sumber adalah Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto dan Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Denny Jhowana serta Kejari Pandeglang Suwarno SH juga ketua PN Pandeglang, sedangkan peserta terdiri dari unsur Muspika dari 35 kecamatan atau camat, Kapolsek dan Koramil sekabupaten Pandeglang, dengan tetap menggunakan protokol kesehatan covid-19, berdasarkan informasi yang didapat Badakpos.com.

Sementara Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto menyampaikan, bahwa butir -butit pancasila wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari -hari oleh warga negara Indonesia, khususnya di kabupaten Pandeglang, terutama menjaga kedaulatan rakyat yang ada di jajaran unsur Muspika.
Maka dari itu, saya berharap acara sosialisasi wawasan kebangsaan yang digagas oleh pak Domyati sebagai anggota DPR RI dapat diimplentasikan oleh seluruh peserta yang hadir ini pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah Butir-butir pancasila sebagai dasar negara, intinya kita dapat menjaga silaturahmi dan keutuhan NKRI, terang Kapolres Pandeglang.

Ditempat yang sama, Dandim Pandeglang, Letkol Inf Denny Jhowana mengutarakan, bahwa 4 pilar kebangsaan itu adalah pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan semua mengetahui, tetapi kondisi saat ini sudah hampir luntur.

Maka dari itu kita berkewajiban untuk memberikan pemahaman pada masyarakat melalui 4 pilar wawasan kebangsaan ini, tegas Dandim Pandeglang.

Sedangkan Kejari Pandeglang, Suwarno menyampaikan, bahwa dasar negara adalah pancasila dan UUD 1945, sepengetahuan saya pencetus 4 pilar adalah almarhum bapak Taufik Kemas saat menjadi ketua MPR RI.

Dan wawasan kebangsaan adalah bukan hal yang baru, tetapi harus dipahami betul oleh rakyat indonesia, terutama pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, pungkas Kejari Pandeglang. (BP11).

Komentar dibawah ini